Harga Telur Merangkak Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

telur-ayam

Menjelang perayaan dan , sejumlah komoditas di beberapa daerah di mulai mengalami tren kenaikan. Salah satu komoditas pangan yang harganya diprediksi bakal terus melonjak jelang akhir tahun 2016 ini adalah telur.

Di Berau misalnya, harga satu piring telur yang biasanya berkisar Rp38.000, kini menjadi Rp42.000. Sementara, di Bontang, harga telur asal Sulawesi berukuran kecil yang awalnya dijual Rp30.000 per piring, pekan ini mengalami kenaikan sebesar Rp8.000 menjadi Rp38.000 per piring. Sementara, telur berukuran jumbo kini menjadi Rp45.000 per piring setelah sebelumnya dijual Rp40.000 per piring.

Menurut Dahlan, salah seorang pedagang di pasar tradisional Berau, kenaikan harga telur ini disebabkan meningkatnya , sedangkan stok yang tersedia sangat terbatas. “Mungkin karena sebentar lagi Natal, jadi telur mulai tinggi,” kata Dahlan.

Senada, Verawati, salah seorang pedagang di pasar Rawa Indah, Bontang, menambahkan bahwa menjelang perayaan hari besar keagamaan, harga telur memang biasanya naik. “Biasanya kalau mendekati Maulid Nabi SAW, harga telur naik. Mungkin, untuk membuat tradisi telur,” jelas Vera.

Sebelumnya, sejumlah pengamat sudah memprediksikan bahwa di bulan Desember, harga komoditas memang cenderung naik, tak terkecuali telur ayam. Desember dan Januari kerap identik dengan laju yang lumayan besar. Selain itu, Desember adalah bulan ketika konsumsi masyarakat rawan mengalami kenaikan.

“Salah satu yang perlu diwaspadai adalah harga telur ayam yang berpeluang mengalami kenaikan,” jelas Ekonom asal Sumatera Utara, Gunawan Benjamin. “Pasalnya, harga telur ini sangat sensitif di saat perayaan keagamaan.”

Selain telur ayam, ditambahkan Gunawan, harga sejumlah komoditas lainnya, seperti minyak goreng curah, juga berpeluang naik. “Jadi, memang ada kecenderungan banyak komoditas pangan yang berpeluang mengalami kenaikan pada Desember ini,” pungkas Gunawan.

Loading...