Berfungsi Mengatur Dosis Obat, Harga Syringe Pump Terumo Sampai Jutaan Rupiah

Harga Syringe Pump Terumo - (YouTube: untbum chew)Harga Syringe Pump Terumo - (YouTube: untbum chew)

Segala hal yang berkaitan dengan medis sudah seharusnya dilakukan secara terukur, demikian pula dengan dosis atau infus. Di dunia medis terdapat sebuah alat bernama syringe pump yang fungsinya mengatur dosis obat atau yang hendak dimasukkan dalam tubuh. syringe pump yang beredar di pun bermacam-macam, mulai dari B Braun hingga Terumo dengan harga yang memang tidak bisa dibilang murah.

“Alat ini namanya syringe pump. Biasa untuk memasukkan obat atau cairan yang bisa diatur dosisnya,” kata dr Adin Nulkhasanah, SpS, MARS, seperti dikutip dari Detik. Dr Adin mengungkapkan bahwa semua pasien yang membutuhkan pengaturan dosis obat atau cairan biasa memakai alat syringe pump tersebut. Cairan obat dimasukkan dalam tubuh lewat pembuluh darah vena.

Nah, salah satu alat syringe pump yang cukup banyak digunakan adalah merk Terumo. Terumo memiliki beberapa syringe pump. Misalnya seri Syringe Pump Terumo TE 331 yang dijual dengan harga Rp16,5 juta, ada juga seri Syringe Pump Terumo SS700 seharga Rp22,5 jutaan, hingga seri SS800 harganya Rp25 jutaan. Selain syringe pump dalam baru, beberapa pedagang pun menjual syringe pump dalam bekas. Sebagai contoh, Terumo TE-332 second harganya Rp6 juta saja, jauh lebih murah dari yang baru.

Penggunaan syringe pump disebut-sebut dapat memudahkan tenaga medis untuk memasukkan obat dengan berkala dan teratur secara otomatis. Dengan perhitungan yang tepat tentunya bisa meminimalisir human error yang sering terjadi. Alat satu ini bekerja menggunakan motor DC sebagai tenaga pendorong syringe yang berisi cairan atau obat yang akan dimasukkan dalam tubuh pasien. Syringe pump memakai elektronik mikroprosesor yang berfungsi mengontrol pemberian jumlah cairan ke tubuh pasien, sensor, dan alarm.

Syringe pump biasanya dijual di toko-toko alat atau banyak juga yang menjualnya secara online. Di rumah sakit sendiri kabarnya alat ini bisa dipinjam dari unit lain untuk pasien yang membutuhkan. “Di RS (Rumah Sakit) biasa meminjam alat dari unit lain selama digunakan di RS,” ungkap dr. Adin.

Loading...