Harga Sembako Naik Jelang Natal, Ulah ‘Nakal’ Para Cukong?

Sembako - www.tribunnews.comSembako - www.tribunnews.com

Menjelang momen dan , barang pokok atau sembako perlahan mulai merangkak naik. Tren ini sepertinya terus berlangsung setiap jelang perayaan atau momen-momen tertentu, termasuk Ramadan dan Idul Fitri. Ada banyak faktor yang menjadi , namun pihak-pihak ‘nakal’ yang mempermainkan harga bisa menjadi salah satu tersangka utama.

Dikutip dari JPNN, Tim Gabungan Pengendali Daerah dan Polres Kediri, Jawa Timur baru-baru ini mendatangi sejumlah pasar tradisional di wilayah tersebut. Sidak yang dilaksanakan di Pasar Setono Betek dan Pasar Paing tersebut menemukan bahwa harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp17 ribuan sampai Rp18 ribuan per kg, kini telah naik menjadi Rp23 ribuan per kg. Kenaikan juga dialami beras jenis medium yang semula Rp9 ribuan per kg menjadi Rp10 ribuan per kg.

Tren ini berbeda di kawasan Eropa, yang mayoritas masyarakatnya justru beragama Kristen dan Katolik. Harga barang-barang kebutuhan pokok di Benua Biru, seperti daging, kentang, telur, dan roti malah beranjak turun jelang perayaan Natal. Bahkan, harga transportasi publik seperti kereta api juga ikut-ikutan turun dari semula enam euro menjadi dua euro untuk rute Guimares-Porto PP.

“Saya pernah bertanya kepada seorang ekonom yang cukup senior mengenai tren ini, dan jawaban beliau adalah logistik. Menurutnya, cost of transportation di Indonesia sangat sehingga ketika ada excess demand, harga pasti naik karena stok terbatas,” kata Ibrahim Kholilul Rohman, salah seorang pegawai di European Commission, yang kini tinggal di Portugal. “Tetapi, apakah pola dan tren ini tidak dipelajari dari ke ? Yang artinya kondisinya tidak berubah selama berpuluh .”

Menurutnya, tidak ada kebijakan penyangga (storing system) bahwa kebutuhan dipenuhi beberapa bulan sebelumnya sehingga ketika hari H, harga tidak terlalu melambung. Selain itu, menurutnya, pejabat yang berwenang sebenarnya juga sudah tahu mengenai seasonal inflation, seperti Ramadan, Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan tahun ajaran baru.

“Jangan-jangan, masalah utamanya adalah mentalitas karena hampir semua supply chain barang kebutuhan pokok ini dikuasai oleh cukong,” sambungnya. “Mereka tahu betul demand akan sangat banyak pada momen-momen ini, jadi mereka mendapatkan super profit dari dua sumber, yaitu kuantitas yang meningkat (size effect) dan harga yang naik.”

Loading...