Daging Tebal Rasa Manis, Ini Harga Salak Bali per Kilo

Harga Salak Bali - faktaluarbiasa.blogspot.comHarga Salak Bali - faktaluarbiasa.blogspot.com

DENPASAR – Selain pariwisata, unggulan lainnya dari adalah salak. Salak khas Pulau Dewata ini, meski punya yang relatif kecil-kecil, namun rasanya manis dan punya yang tebal. Jika Anda ingin merasakan kenikmatan buah tersebut, tidak perlu jauh-jauh ke Bali. Pasalnya, saat ini sudah banyak e-commerce yang menawarkan salak Bali dengan rata-rata Rp25 ribu sampai Rp32 ribuan per kilogram.

Di salah satu situs jual beli online, salak Bali ukuran kecil dengan harga Rp25.000 per kilogram, sedangkan yang punya ukuran agak besar ditawarkan dengan banderol Rp32 ribu sampai Rp39.500 per kilogram, dan diklaim asli dari Karangasem. Sementara, untuk buah salak Bali gula pasir, harganya sedikit mahal, berkisar Rp45 ribu sampai Rp60 ribuan per kg.

Jika Anda ingin mendapatkan harga yang lebih murah, memang sebaiknya berkunjung langsung ke Pulau Dewata. Di pasar tradisional, terutama ketika menjelang perayaan hari besar keagamaan umat Hindu, seperti Galungan, salak Bali dijual dengan harga cuma Rp15 ribuan. Bahkan, ketika panen raya, harganya bisa Rp2 ribuan saja per kilogram di tingkat petani.

Jelang hari raya Galungan tahun ini misalnya, Dinas Pertanian Kota Denpasar menggelar pasar murah di kawasan parkir utara Taman Kota Lumintang, Denpasar. Dibuka selama sekitar seminggu mulai Selasa (11/2) hingga Sabtu (15/2), pasar murah ii menyediakan berbagai keperluan Galungan, seperti buah-buahan, janur, daun kelapa, jajanan, hingga bumbu masak.

“Pedagang yang berjualan di pasar ini adalah pedagang yang merupakan petaninya langsung,” tutur Kepala Dinas Bina Usaha Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ayu Dewi Anggraeni, dilansir Tribun Bali. “Sehingga, harga yang ditawarkan lebih murah dari pasar pada umumnya. Misalnya, harga salak, jeruk, maupun wani yang cuma Rp15 ribuan per kilogram.”

Sayangnya, sejumlah petani salak di kawasan Karangasem mengeluhkan harga buah-buahan yang turun drastis. Di tingkat petani, harga salak per kilogram saat ini cuma Rp2.000, turun hingga 75 persen daripada akhir tahun 2019 kemarin yang mencapai Rp8.000 per kilogram. Penurunan ini sudah terjadi sejak awal Januari kemarin ketika memasuki musim panen.

“Harga salak turun drastis saat musim panen. Padahal, sekarang menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan,” ujar I Nengah Suwena, salah satu petani salak asal Selat. “Petani salak banyak yang mengeluh lantaran harga anjlok. Per kilogram, sekarang cuma Rp2.000, bahkan ada juga petani yang menjual Rp1.000 per kg. Kerugian hampir jutaan .”

Loading...