Harga Rp 25.000-31.000, Nasi Kotak Wong Solo Surabaya Tinggi Peminat

Ayam Bakar Wong Solo Surabaya - www.tripadvisor.co.id

Bisnis di bidang masih menjadi bidang bisnis yang paling banyak peminatnya. Salah satunya di berbau ayam, misal ayam goreng, ayam penyet, ayam bakar, dan lain sebagainya. Hal ini yang mendorong Puspo Wardoyo, pemilik kuliner Ayam Bakar Wong Solo mendirikan usahanya di tahun 1991 hingga kini.

Ayam Bakar Wong Solo telah mempunyai berbagai yang tersebar di , bahkan merambah hingga luar negeri. “Rumah makan Wong Solo Group merupakan milik Puspo Wardoyo yang saat ini telah memiliki banyak . Beliau pernah bercerita bahwa usahanya saat itu Rp 700 ribu di tahun 1989. Semuanya berawal dari kaki lima dan terus berkembang hingga ke luar negeri,” ujar pengelola RM Ayam Bakar Wong Solo Pekalongan, Syarfan.

Salah satu cabangnya ada di Surabaya. tepatnya di Jl. Wakilota Mustajab No 19. Menu yang disajikan pun beragam, mulai dari Ayam Goreng/Bakar/Penyet, Mujair Bakar/Goreng, Nila Goreng, Empal Sapi Gepuk, Iga Bakar/Penyet, Pecel Lele, dan lain-lain. Tidak ketinggalan juga menu seperti Cah Kangkung, Sayur Asem, dan menu minuman yang menyegarkan.

Apabila Anda berminat untuk memesan menu di Ayam Bakar Wong Solo untuk acara kantor misalnya, bisa memesan dengan penyajian di bungkus seperti nasi kotak. Untuk nasi kotak Wong Solo di Surabaya berkisar antara Rp 25.000-31.000.

Untuk paket nasi ayam dibedakan menjadi Nasi Ayam Pejantan dengan Nasi Ayam Kampung. Masing-masing mempunyai isian yang berbeda juga. Paket Nasi Ayam Pejantan misalnya, isiannya antara lain nasi putih, ayam (bakar, goreng, penyet), oseng tempe, trancam, balado terong, tahu goreng, dan sambal.

Kemasan nasi kotak memang menjadi andalan dari rumah makan Wong Solo. “Kalau Ayam Bakar Wong Solo lebih banyak untuk pesanan nasi kotak, sedangkan Ayam Penyet Surabaya lebih banyak makan di tempat,” ungkap Syarfan.

Wong Solo Group kini hadir dengan dua brand namun serupa, yaitu Ayam Bakar Wong Solo(ABWS) dan Ayam Penyet Surabaya (APS), keduanya sama-sama produk olahan ayam. Menurut Pengelola Wong Solo Group, Syarfan, kedua pangsa pasar keduanya berbeda. Kalau ABWS khas dengan ayam bakarnya, sedangkan APS khas dengan ayam gorengnya, walaupun memiliki menu ayam bakar.

Ia mengatakan, untuk Ayam Bakar Wong Solo (AWBSA) lebih banyak menerima pesanan untuk acara-acara. Sedangkan Ayam Penyet Surabaya, lebih banyak makan di tempat. “Kalau ABWS banyak menerima pesanan meskipun sebenarnya untuk harga lebih mahal sedikit dibanding APS (Ayam Penyet Surabaya). Mungkin hal tersebut karena ABWS hadir lebih lama,” tutup Syarfan.

Rumah Makan tersebut tidak pernah sepi pengunjung. Hal ini dikarenakan kepuasan konsumen terhadap rasa makanan. Seperti yang terlontar dari salah satu konsumen, Alifiasha, “Kalau makan di Ayam Bakar Wong Solo, saya selalu memilih menu paket. Selain hemat, menu paket yang ditawarkan juga lengkap, ada sepotong ayam, sayuran, mie, sambal goreng, terong, dan yang paling saya suka tahunya. Tahu di sini berbeda dengan tempat lain, empuk dan kulit luarnya crispy.”

Dengan kualitas rasa yang terjamin, harga yang cukup terjangkau dan isian yang dinilai lengkap, membuat nasi kotak Ayam Goreng Wong Solo menjadi konsumsi pilihan masyarakat saat ada acara.

Share this post

PinIt
Loading...
scroll to top