Dibutuhkan untuk Pemeriksaan Tifus, Harga Reagen Widal Mulai Rp 80 Ribuan

Penyakit tifusIlustrasi : Seseorang mengalami gejala penyakit tifus

Pengujian atau tifus biasanya dilakukan menggunakan Widal. Pemeriksaan Widal ini umumnya menggunakan sederet reagen atau pereaksi yang biasanya disebut reagen Widal atau Salmonella. Reagen ini merupakan bagian uji serologi untuk mendeteksi Salmonella enterica yang mengakibatkan Typhoid. reagen Widal cukup bervariasi, tergantung produsennya.

Reagen Widal Test Sumit adalah suspensi bakteri patogen yang sudah diwarnai dan dimatikan, juga terstandardisasi yang tersedia di dalam dropper untuk memudahkan penggunaannya. Adapun harga reagen Widal B-Jes sekitar Rp 80 ribuan per vial, kemudian reagen Widal Reiged per set isi 8 vial mencapai harga Rp 880 ribuan.

Nah, dalam tes atau uji widal, rupanya hasil yang positif pun tak selalu menandakan bahwa seseorang positif pula terserang tifus. Pasalnya, setiap orang mungkin saja kemasukan jumlah kuman meskipun hanya sedikit dan tak sampai menyebabkan sakit tifus. Menurut dr. Mario Steffanus, Sp. PD, ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, hal ini terjadi karena di Indonesia masyarakatnya masih belum begitu memiliki kesadaran yang tinggi akan .

“Selain itu, tes widal merupakan tes imunologi. Sehingga, hasil positif belum tentu mencerminkan infeksi saat ini,” ungkap dr. Mario, seperti dilansir Kompas. Walau begitu, tes Widal tetap bisa menjadi acuan apakah seseorang terjangkit tifus atau tidak apabila dilakukan di waktu yang tepat dan ditunjang dengan diagnosis klinis yang benar.

Lebih lanjut dr. Mario menuturkan, diagnosa demam tifoid atau tifus dibuat berdasarkan gejala seperti demam tinggi, mual, muntah, dan badan ngilu. Apabila dibutuhkan, dilakukan pula pemeriksaan lain seperti tes kultur darah dan Tubex. Tes Widal sendiri paling ideal dilakukan setelah hari ke-5 seseorang mengalami demam. Sebab bila dilakukan sebelum itu maka kemungkinan hasilnya tidak akurat karena penyakit butuh waktu untuk menunjukkan bentuk aslinya.

Bahkan dr. Mario mengatakan jika tes Widal masih bisa salah apabila seseorang memeriksakan diri usai mengalami demam selama 5-7 hari. Oleh sebab itu diperlukan tes ulang di minggu kedua untuk menegakkan diagnosa, apakah seseorang memang benar-benar menderita tifus atau tidak.

Loading...