Banyak Petani Mengeluh, Harga Pupuk Za Subsidi per Kg Tak Sesuai HET

Harga Pupuk per Kg - www.afdb.orgHarga Pupuk per Kg - www.afdb.org

Pupuk adalah salah satu utama bagi para di . Meski pemerintah sudah berusaha mengatur pasokan dan juga stabilitas pupuk, rupanya masih ada saja pihak-pihak tak bertanggung jawab yang memasarkan atau menjual pupuk di atas eceran tertinggi (HET). Banyak petani yang mengeluhkan di harga jual per kg (kilogram) berbagai jenis pupuk seperti NPK Phonska, SP-36, hingga ZA tak sesuai dengan HET.

Di Barat Daya (Abdya) misalnya, pupuk-pupuk bersubsidi banyak yang lebih dari HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Menurut penelusuran Tribunnews di daerah Blangpidie dan Susoh, rata-rata menjual pupuk subsidi melebihi HET, sekitar Rp10 ribu hingga Rp40 ribu per sak (isi 50 kilo).

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, HET pupuk urea bersubsidi adalah Rp1.800 per 1 kg atau Rp90 ribu per sak. Tetapi banyak pedagang menjualnya hingga lebih dari Rp110 ribu. Kemudian untuk pupuk NPK Phonska harga eceran tertinggi-nya adalah Rp2.300 per kg atau Rp115 ribu per sak. Sayang pada praktiknya banyak yang menjual hingga Rp130 ribu per sak.

Demikian pula dengan pupuk SP-36 yang HET-nya seharusnya Rp2.000 per kg atau Rp100 ribu per sak banyak dijual seharga Rp110 ribu sampai Rp125 ribu per sak. Sementara itu, pupuk ZA HET-nya adalah Rp1.400 per kg atau Rp70 ribu per sak. Tetapi, rata-rata pedagang menjajakannya seharga Rp80 ribu per sak sampai Rp100 ribu per sak. Sedangkan untuk HET petroganik hanyalah Rp500 per kg.

Yang lebih miris lagi, tak hanya mahal, tetapi pupuk bersubsidi pun kabarnya sulit diperoleh petani. Kelangkaan pupuk subsidi bahkan membuat para petani harus menunggu hingga 2 minggu lebih untuk bisa mendapatkannya. “Phonska yang sering langka. Untuk mendapatkan NPK Phonska, kami terpaksa bayar uang dimuka sebesar Rp130 ribu. Kalau gak, pupuk itu bisa saja dikasih ke orang lain. Gak tahu, sudah hampir dua tahun memang segitu harganya,” kata salah satu petani bernama Gunawan.

Loading...