Harga Murah, Kotak Nasi Kertas Jadi Pilihan Praktis untuk Mengemas Makanan

Kotak Nasi Kertas - www.berkahcatering.web.id

Indonesia tentunya sudah tak asing lagi dengan nasi kotak. Nasi kotak hampir selalu ada di berbagai acara maupun hajatan dan biasanya diisi dengan berbagai nasi lengkap dengan lauk pauknya. Bahkan ada pula snack box yang berisi beberapa macam untuk dihidangkan dalam acara seminar atau acara penting yang lain. Nasi kotak sendiri biasanya dikemas dalam kemasan box atau kardus berbahan kertas alias paper box supaya hidangan yang ada dalamnya lebih mudah dibawa-bawa.

kotak nasi kertas tersebut cukup variatif, tergantung dari dan bentuknya. Jika hanya berwarna putih polos biasanya harganya akan lebih murah daripada kotak nasi kertas yang dihiasi atau disablon dengan atau logo tertentu. Paper rice box ukuran 10,5 x 9 x 8 cm 1 pack isi 100 pcs dijual sekitar Rp 120 ribuan. Kemudian kotak nasi kertas ukuran 22 x 13 cm isi 25 lembar harganya sekitar Rp 31.500. Sementara itu per biji kotak nasi kertas berkisar antara Rp 1.200 – Rp 1.500.

Meski sudah banyak kotak nasi kertas ramah lingkungan alias eco friendly, penggunaan kertas bungkus untuk yang dijajakan sehari-hari memang tak terelakkan. Pasalnya kemasan kertas pembungkus berwarna cokelat tersebut memang murah dan sangat mudah ditemukan. Di balik harganya yang murah, ternyata kertas bungkus atau kertas daur ulang disebut-sebut berbahaya untuk .

“Jadi kertas nasi untuk membungkus makanan seperti untuk nasi goreng, nasi bungkus, atau martabak yang berwarna cokelat itu memiliki dampak buruk bagi kesehatan, misalnya mengurangi vitalitas bagi laki-laki,” ungkap peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Lisman Suryanagara, seperti dilansir Antara.

Menurut Lisman, sampai saat ini masih banyak kemasan makanan berbahan dasar kertas yang dinilai belum layak. “Contohnya masih banyak ditemukan penggunaan kertas koran, kertas bekas cetakan, atau kertas daur ulang sebagai kemasan nasi kotak, nasi bungkus, gorengan, dan kotak martabak,” paparnya.

Berdasarkan riset yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), jumlah bakteri dalam kertas pangan yang terbuat dari kertas daur ulang sekitar 1,5 juta koloni per gram, sedangkan rata-rata kertas nasi yang umum dipakai beratnya 70-100 gram. Dengan demikian ada sekitar 105-150 juta bakteri yang ada pada kertas tersebut. “Kandungan mikroorganisme di kertas daur ulang memiliki nilai tertinggi dibandingkan jenis kertas lainnya, ini melebihi batas yang ditentukan,” tandasnya.

Loading...