Harga Mulai Rp90 Ribuan Per Kg, Daging Kambing Jadi Alternatif Pengganti Daging Ayam dan Sapi

Daging Kambing - (Sumber: newsth.com)

Selain ayam dan sapi, daging kambing juga memiliki banyak penggemar. Di beberapa menu makanan yang disukai oleh masyarakat Indonesia pun menjadikan daging sebagai masakan. Jenis daging kambing juga kerap dijadikan pilihan alternatif saat daging sapi di .

Saat ini, harga jual terendah untuk daging kambing berkisar Rp90 ribuan per kg di pasaran. Dilansir dari info pangan Jakarta, harga jual kambing tertinggi ada di sejumlah pasar, yakni Pasar Grogol, Pasar Mampang Prapatan dan Pasar Minggu yang menawarkan daging kambing seharga Rp120 ribuan per kilonya. Namun harga tersebut masih di bawah harga jual daging sapi yang mencapai Rp120 hingga Rp150 ribu per kg.

Harga daging kambing ini dianggap stagnan dan tidak menurun jika diperhatikan ketika menjelang perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu. Padahal pemerintah menginginkan harga daging kambing tidak lebih dari Rp80 ribu per kg.

Namun Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menjelaskan jika tingginya harga daging sapi di pasaran membuat masyarakat memilih untuk mengkonsumsi daging kambing dan ayam. “Ketika menjelang Natal memang permintaannya cukup tinggi dan alternatif yang dipilih adalah daging kambing dan ayam,” tuturnya.

Meski harga daging kambing dan impor sama di level eceran, namun sejumlah pedagang mengaku lebih untung daging kambing impor karena adanya selisih harga. Menurut mereka harga beli daging impor di Rumah Potong (RPH) lebih murah Rp20 ribu sampai Rp30 ribuan per kg daripada harga daging kambing lokal.

“Harga daging impor itu biasanya lebih murah Rp20 ribuan – Rp30 ribuan Tapi kalau di konsumen mereka enggak tahu bedanya itu. Di harga pedagang jualnya sama dengan harga lokal (daging kambing lokal),” kata Ian, salah seorang pedagang daging kambing di Pasar Jatinegara, dilansir dari detikFinance.

Meski terdapat jenis daging kambing impor, Ian mengatakan kebanyakan konsumen tidak mengetahui bagaimana perbedaan daging kambing lokal dan daging kambing impor. Ini berarti harga jual daging kambing tergantung pada kebijakan masing-masing pedagang. Namun ia mengaku lebih memilih berjualan daging kambing lokal karena lebih terjamin halalnya dibandingkan daging kambing impor.

“Kalau daging luar, dombanya besar-besar. Dagingnya sih tergantung yang masak bisa enak atau nggak. Tapi konsumen lebih suka daging lokal meski mahal. Biasanya rumah makan yang kebanyakan ngambil daging impor, karena harganya lebih murah. Tapi untuk rumahan orang lebih banyak suka yang lokal karena tahu daging kambing halal dari yang lokal. Bahkan saking ingin halalnya bisa langsung ke tempat pemotongan,” tutupnya.

Sebagai informasi, selain dijual dalam bentuk kemasan daging kiloan. Masyarakat umumnya juga membeli kambing atau domba hidup untuk beberapa jenis acara seperti Aqiqah dan menjelang tradisi Qurban saat Idul Adha.

Loading...