Harga Mulai Rp80 Ribu/Kg, Tepung Daun Kelor Diklaim Memperlancar ASI

harga Tepung Daun Kelor

SURABAYA – Daun kelor selama ini sering digunakan sebagai sayuran pelengkap . Tetapi, selain dijadikan sebagai sayuran, daun kelor, seperti tepung, ternyata juga memiliki banyak , seperti dibuat menjadi sereal sebagai penambah atau bahkan memperlancar air susu ibu atau ASI. Di pasaran, tepung daun kelor saat ini ditawarkan dengan Rp80.000 hingga Rp130.000 per kilogram.

“Setelah lulus kuliah, saya bersama istri mengembangkan daun kelor. Kami awalnya tidak berbisnis, karena istri saya masih bekerja di puskemas menolong penduduk desa di Probolinggo yang kekurangan gizi lewat daun kelor,” ujar Saiful, seorang ahli gizi lulusan Universitas Brawijaya. “Tetapi, ketika saya lihat nilai gizinya tinggi sekali kalau diolah, terus saya berpikir kenapa tidak menjualnya saja.”

Meski demikian, Saiful mengatakan bahwa daun kelor agak-agak susah untuk diolah. Daun kelor kalau tidak langsung diolah, nilai gizinya bisa hilang. Sementara, kalau mau dikeringkan, tidak perlu dioven atau dijemur dulu, cukup dengan suhu ruangan. “Nilai gizi yang terkandung pada daun kelor lebih besar manfaatnya buat kesehatan,” sambung Saiful.

Lain Saiful, lain pula Endang Rahmawati, lulusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pada tahun 2014 lalu, ia sempat membuat produk sereal daun kelor sebagai salah satu solusi malnutrisi pada balita. Pasalnya, berdasarkan riset yang dilakukannya, daun kelor terbukti sangat bagus untuk meningkatkan nutrisi pada dan -anak.

“Prosesnya cukup mudah, yakni dengan merajang daun kelor dan mengeringkannya,” ujar Endang. “Rajangan daun kelor kering kemudian ditumbuk menjadi tepung dan kita bisa memasak tepung daun kelor dengan menambah bahan lain, misalnya tepung jagung, perasa, atau unsur tambahan lain, agar sereal ini memiliki rasa yang enak dan mencukupi kebutuhan karbohidrat.”

Sementara itu, lima mahasiswi dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya sempat membuat kue nastar, yang bahan utamanya adalah tepung daun kelor. Para mahasiswi ini sengaja menciptakan kue itu untuk memperbanyak keluarnya ASI.” Orang memang lebih familiar dengan daun katuk. Padahal, kandungan fitosterol, zat yang berfungsi untuk memperlancar ASI, lebih tinggi pada daun kelor,” kata Isnaini Karimah, satu dari lima pencipta nastar daun kelor.

Loading...