Harga Mulai Rp 4 Ribuan, Obat Santa E Banyak Dipakai untuk Program Hamil

Minum Obat - obatmaniencer.tumblr.com

Beberapa wanita yang sedang menjalani hamil biasanya dianjurkan oleh kandungannya untuk mengonsumsi suplemen E. Ada begitu banyak suplemen E yang bisa dicoba, salah satunya seperti Santa E yang sudah cukup populer dalam program . satu ini terdiri dari 3 , yakni Santa E 100 MG, 200 MG, dan 400 MG. Ketiganya dengan yang relatif terjangkau di berbagai apotik.

Sebagai informasi, di Apotek K-24, Santa E 100 Mg biasanya dengan harga sekitar Rp 4.297 per strip, Santa E 200 MG harganya Rp 9.572 per strip, dan Santa E 400 MG Rp 19.038 per strip. Produk satu ini berwujud kaplet atau tablet kunyah yang dianjurkan untuk dikonsumsi dengan dosis atau aturan minum sebanyak 1-3 kaplet sehari dan sebaiknya diberikan bersama makanan.

Karena sifatnya berupa suplemen, obat besutan Sanbe Farma ini diperuntukkan bagi mereka yang mengalami defisiensi vitamin E. Beberapa wanita yang mengonsumsi vitamin E untuk program kehamilan mengaku mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis dan menyalahkan suplemen vitamin E sebagai penyebabnya. Benarkah vitamin E dapat membuat berat badan melonjak?

“Ukuran tubuh gemuk maupun kurus itu ada pengaruh dari asupan kalori seseorang, bukan asupan suplemen. Namun, memang, asupan suplemen bisa membuat seseorang merasa tubuhnya sehat dan bugar. Tubuh sehat dan bugar ini bisa menyebabkan penajaman nafsu makan. Nafsu makan membaik ini bisa mengakibatkan orang makan dalam jumlah banyak. Apabila tidak dibakar, kalori yang berlebihan dan menumpuk tentu akan menyebabkan peningkatan berat badan,” kata dr. Maria Margaretha, Medical Manager PT Darya Varia Laboratoria, seperti dilansir Beritasatu.

Di samping itu, dr. Maria mengingatkan bahwa asupan vitamin E harus sesuai dosis, tak boleh kurang atau berlebih, serta ada sedikit kaitan dengan asupan lemak. “Untuk suplemen vitamin E bisa terserap oleh tubuh, ia butuh ‘kendaraan’. Kendaraan tersebut adalah lemak. Supaya optimal, dosis asupan vitamin E harus pas,” ucapnya.

“Untuk orang Indonesia, rata-rata kebutuhan per harinya hanya 200-300 International Unit (IU). Karena butuh kendaraan supaya bisa diserap optimal oleh tubuh, maka sebaiknya kebutuhan vitamin E itu dipenuhi dengan diasup secara terpisah, misal, 100 IU masing-masing diasup setelah makan pagi, siang, dan malam. Jadi, total 300 IU per hari,” sambung dr. Maria.

Terkait konsumen vitamin E yang dikenal memiliki kegunaan untuk kesuburan, dr. Maria menjelaskan jika sejak awal suplemen tersebut memang sengaja diciptakan untuk tujuan tersebut. “Awalnya, suplemen vitamin E diciptakan memang untuk membantu reproduksi. Vitamin E memang baik untuk membantu kegesitan sperma dan sel telur perempuan. Namun, pada akhirnya terlihat ada manfaat dari suplemen vitamin E dalam merawat kulit, karena itu kami fokus ke hal ini. Untuk kesehatan reproduksi disarankan berkonsultasi dengan dokter kandungan,” tandasnya.

Loading...