Harga Mulai Rp 13 Ribuan, HSD Pertamina Masih Banyak Dipakai Kebutuhan Industri

Pertamina - www.sadikun.comPertamina - www.sadikun.com

Sejak September 2018 lalu membuat kebijakan dengan mengganti bakar solar murni dengan Biodiesel 20 atau B20. Langkah ini dilakukan untuk menghemat kas . Bio diesel 20 atau B20 adalah campuran bakar nabati (minyak sawit) sebanyak 20% dengan bakar minyak (BBM) solar.

B20 bukan hanya dipakai untuk public service obligation (PSO), tetapi juga non PSO yang mencakup alat berat sampai keperluan . “Jadi Solar B20 ini bukan baru. Selama ini Pertamina sudah mengaplikasikannya di solar murni. Jadi, intinya kandungan sawit atau Fame itu hanya ditingkatkan. Jadi gak ada baru hanya kadar famenya yang meningkat,” kata Section Head Communication & Relations Sumbagsel, Taufikurachman, seperti dilansir Tribunnews.

Meski penggunaan B20 sudah digalakkan, PT PLN (Persero) mencatat bahwa realisasi penyerapan biodiesel 20% atau B20 masih belum sesuai target. Menurut Direktur Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko Abumanan, penyerapan B20 selama periode 1 September-13 Oktober 2018 ditargetkan bisa mencapai 304.772 kiloliter (kl). Namun, realisasinya baru mencapai 142.247 kl atau baru 46,7% dari target.

Menurut Djoko, belum tercapainya target penyerapan itu lantaran disebabkan oleh minimnya pasokan B20. “ pembangkit kami semua sudah siap. Tinggal sekarang penyedianya. PLN kan user, permasalahan masih di suplai,” ujar Djoko.

Pembangkit di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara kabarnya masih banyak yang memakai High Speed Diesel (HSD) murni lantaran dipakai untuk pengoperasian PLTG yang menggantikan PLTU yang mengalami gangguan. Di wilayah itu pemakaian HSD mencapai 192.788 kl, sedangkan B20 yang ditargetkan sebesar 33.076 kl baru terealisasi 18.391 kl.

Sebagai informasi, dasar solar industri atau high speed diesel (HSD) Pertamina untuk periode 15-30 November 2018 saat ini Rp 13.400 per liter untuk Area I (Sumatera, Jawa, Bali, Madura) dan Area II (Kalimantan), sedangkan untuk dasar HSD Pertamina Area III (Sulawesi dan NTB) Rp 13.500 dan Area IV (Maluku, NTT, dan Papua) harganya Rp 13.650.

Loading...