Harga Mulai Rp 100 Ribuan, Krim Esther Asli Diklaim Dapat Mengatasi Jerawat

Wajah Bersih - thehimalayantimes.com

Para wanita tentunya mendambakan dan tubuh yang putih dan bebas dari jerawat. Tak heran jika -produk krim yang diklaim dapat mengobati jerawat dan memutihkan pun begitu diburu oleh . Misalnya saja seperti Esther Whitening Cream. Produk krim Esther yang asli diklaim memiliki sejumlah seperti membersihkan jerawat dan flek hitam, mengurangi penuaan dini, hingga mencerahkan . Sayangnya kini juga banyak beredar krim Esther palsu dengan harga lebih murah yang justru akan berisiko jika digunakan dalam jangka panjang.

Perbedaan krim Esther yang asli dan palsu biasanya ada pada nomor BPOM yang tercantum dan kemasan. Krim Esther original kabarnya sudah terdaftar di BPOM dan akan muncul saat dilacak melalui situs resmi BPOM. Selain itu kemasan krim yang asli juga lebih rapi dan berhologram.

Harga produk krim Esther asli pun bervariasi. Untuk cream Esther A-B harga jualnya Rp 120 ribu, terdiri dari cream siang dan malam. Kemudian ada pula cream Esther SM seharga Rp 110 ribu per . Selain krim wajah, Esther juga memiliki produk-produk kecantikan lain seperti hand & body lotion White Esther, Whitening Serum White Esther, dan Whitening BB Cream Esther.

Calon konsumen pun perlu waspada dengan beredarnya kosmetik-kosmetik palsu di . Jangan sampai karena tergiur dengan harga murah, kecantikan dan kesehatan wajah yang menjadi taruhannya. Misalnya seperti yang dialami wanita 36 tahun asal Melaka, Malaysia bernama Mastura Abu Bakar. Mastura dikabarkan membeli sebuah produk kecantikan secara online. Ia sendiri mengaku sudah memakai produk yang sama selama beberapa kali.

Namun saat produk tersebut habis, Mastura mencoba membeli produk yang sama di online shop. Alangkah malangnya nasib Mastura, setelah memakai produk itu wajahnya justru membengkak. Mastura mengungkapkan bahwa ia merasa wajahnya nyeri, memerah, dan gatal.

“Aku sudah menggunakan produk yang sama beberapa kali dan melihat adanya perbedaan pada kulitku yang menjadi halus dan cantik. Tapi saat aku beli produk itu di onlineshop pada hari Kamis, wajahku mulai membengkak pada hari Sabtu. Karena nyeri, aku pergi ke dekat rumah dan diberikan . Aku kemudian dirujuk ke kulit di Rumah Sakit Melaka,” katanya seperti dilansir The Star.

Walaupun nama produk tersebut tidak disebutkan, dokter yakin jika produk itu mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri, hydroquinone, tretinoin, acidazelaic, dan betametason. Bahan-bahan kimia tersebut dapat menyebabkan kulit menipis, memerah, sensitif, dan berujung pada penyakit kanker kulit.

Loading...