Harga Minyak Tanah Tetap Rp2.500/Liter hingga September 2017

harga minyak tanah

Di tengah kampanye konversi atau peralihan ke gas (), tanah ternyata masih digunakan oleh sebagian masyarakat di Indonesia sebagai bahan bakar, terutama untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak. Nah, kabar baiknya, telah memutuskan bahwa minyak tanah atau kerosin bersubsidi tidak akan naik, setidaknya hingga tanggal 30 September 2017 mendatang.

Menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral () Nomor 2304 tahun 2017 tentang Harga Eceran Jenis Tertentu dan Jenis Penugasan, harga minyak tanah atau kerosin tetap di angka Rp2.500 per liter, sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai atau PPN. Harga bahan bakar minyak yang juga tidak mengalami perubahan adalah minyak solar yang tetap sebesar Rp5.150 per liter, sudah termasuk PPN.

“Sementara itu, harga jual eceran (gasoline) RON 88 di titik serah, setiap liternya sebesar Rp6.450 per liter, sudah termasuk PPN dan PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor),” jelas Menteri ESDM, Ignasius Jonan. “Keputusan ini ditetapkan pada tanggal 21 Juni 2017 dan harga tersebut berlaku mulai 1 Juli 2017 pukul 00.00 WIB.”

Keputusan tersebut sudah berdasarkan pertimbangan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM, serta Menteri ESDM Nomor 27 tahun 2016 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM. “Dari hitung-hitungan kalkulasi terakhir kemarin, kami sudah memastikan bahwa pada bulan depan, bulan Juli, tidak ada kenaikan BBM,” kata Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Minyak tanah saat ini memang masih dibutuhkan oleh sebagian masyarakat Indonesia, terutama ketika persediaan elpiji kapasitas 3 kilogram mulai langka. Pada bulan Juni sebelum Idul Fitri lalu, masyarakat di Kotamobagu, Manado, terpaksa beralih ke minyak tanah setelah kesulitan mencari tabung gas elpiji 3 kilogram. Jika ada, warga harus membeli tabung gas elpiji dengan harga dua kali lipat, yaitu Rp35 ribu.