Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi, Rupiah Rebound di Awal Dagang

rupiah-menguat.10

mampu rebound pada awal Selasa (14/11) ini, salah satunya ditopang kenaikan dunia. Seperti dilaporkan Index, mata uang Garuda mengawali hari ini dengan menguat tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.551 per AS. Sebelumnya, spot ditutup melemah 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.552 per AS pada perdagangan Senin (13/11) kemarin.

Pergerakan harga minyak mentah AS berakhir di level tertinggi dalam dua setengah tahun terakhir pada tutup dagang Senin atau Selasa pagi WIB, setelah OPEC mendorong proyeksi untuk tahun depan. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Desember ditutup naik 2 sen ke level 56,76 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Menurut OPEC, organisasi negara-negara pengekspor minyak tersebut meningkatkan perkiraannya untuk jumlah yang akan perlu dipompa guna memenuhi permintaan tahun depan sebesar 400.000 barel per hari menjadi 33,4 juta per hari. “Dengan OPEC menaikkan perkiraan mereka, ada ekspektasi bahwa menjadi lebih ketat dan kelebihan suplai menjadi lebih seimbang,” tutur analis senior di Price Futures Group Inc., Phil Flynn.

Saat ini, pasar masing menunggu tanda-tanda kesepakatan mengenai kebijakan perpajakan AS, setelah Partai Republik dalam Senat AS pada Kamis (9/11) lalu mengumumkan rencana yang akan memangkas pajak perusahaan setahun lebih lama daripada yang diajukan parlemen. Menurut managing director Manulife Asset Management, Nathan Thooft, ketika para senator dan perwakilan berusaha mencapai kesepakatan, investor masih bisa berharap.

Sebelumnya, pada perdagangan kemarin, rupiah harus melemah di akhir perdagangan setelah indeks dolar AS bergerak menguat terhadap beberapa mata uang utama dunia. Kenaikan greenback ditopang lonjakan imbal hasil obligasi AS pada pekan lalu serta performa pound sterling yang merosot imbas gejolak di Inggris.

Loading...