Harga Minyak Naik, Rupiah Dibuka Rebound 12 Poin

rupiah22

mampu bangkit pada awal Selasa (24/10) ini, salah satunya disokong oleh kenaikan harga mentah dunia. Seperti dituturkan Index, mata uang Garuda mengawali hari ini dengan 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.531 per AS. Sebelumnya, spot ditutup melemah 24 poin atau 0,18% di posisi Rp13.543 per AS pada perdagangan Senin (23/10) kemarin.

Harga minyak mentah AS mendekati level 52 dolar AS per barel karena yakin bahwa -negara OPEC tetap patuh pada kesepakatan pemangkasan output. Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember terpantau menguat 0,06 poin atau 0,1% ke level 51,90 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange pada penutupan perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB.

OPEC dan negara-negara sekutunya, menurut rilis Bloomberg, mencapai tingkat kepatuhan tertinggi terhadap pembatasan . Pada saat yang sama, stok minyak komersial yang disimpan oleh anggota Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan telah menurun menjadi 159 juta barel di atas rata-rata lima tahun terakhir.

“Pasar berkonsolidasi di bawah level tertinggi baru-baru ini di tengah optimisme bahwa anggota OPEC mematuhi kesepakatan pemangkasan,” ujar manajer riset pasar di Tradition Energy, Gene McGillian. “Namun, investor menunggu untuk melihat apakah dampak pemangkasan produksi dan kenaikan permintaan benar-benar mengetatkan keseimbangan antara permintaan dan pasokan.”

Pasar saat ini terus mengawasi kandidat posisi Gubernur Federal Reserve untuk menggantikan Janet Yellen yang jabatannya berakhir pada bulan Februari 2018 mendatang. Pada Senin waktu setempat, Presiden AS, Donald Trump, akan segera membuat pilihannya pada posisi ‘tak lama lagi’, dan menimbang tiga orang kandidat, yaitu Janet Yellen, Jerome Powel, dan ekonom Stanford University, John Taylor.

Di samping itu, para investor juga berspekulasi bahwa reformasi pajak AS akan disetujui. Pasalnya, Senat AS, yang dikuasai Partai Republik, pada Kamis (19/10) lalu telah mengeluarkan sebuah resolusi anggaran untuk tahun fiskal 2018, mengambil langkah penting guna mendorong reformasi pajak tanpa dukungan dari Partai Demokrat.

Loading...