Harga Minyak Anjlok, Rupiah Melemah 8 Poin di Awal Dagang

tidak mampu mempertahankan tren positif pada awal Selasa (6/6) ini ketika minyak dunia kembali . Seperti diwartakan Bloomberg Index, Garuda mengawali dengan pelemahan sebesar 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.286 per AS. Kemudian, pada pukul 08.34 WIB, spot kembali terdepresiasi 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.288 per AS.

Harga minyak mentah dunia memang turun ke level terendah dalam lebih dari tiga pekan terakhir pada Senin (5/6) karena kembali fokus pada kekhawatiran pasokan imbas ketegangan diplomatik yang melibatkan Arab Saudi dan Qatar. Uni Emirat Arab (UAE), bersama Arab Saudi, Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduh negara Teluk itu mendukung dan membiayai terorisme serta mencampuri urusan dalam negeri mereka.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli anjlok 0,26 poin atau 0,6% ke level 47,40 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sekaligus posisi terendah sejak 10 Mei. Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak pengiriman Agustus turun 0,48 poin dan ditutup di level 49,47 dolar AS per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London.

“Qatar merangkul beberapa kelompok teroris dan sektarian yang ditujukan untuk mengganggu stabilitas kawasan, termasuk Ikhwanul Muslimin, IS dan al-Qaeda, serta mempromosikan pesan dan skema kelompok tersebut melalui program media mereka secara terus-menerus,” tulis berita SPA. “Qatar juga telah mendukung tentara yang didukung Iran dalam pergolakan di sebagian besar daerah Qatif yang berpenduduk mayoritas Muslim Syiah dan di Bahrain.”

Meski demikian, sejumlah ekonom dalam negeri memperkirakan bahwa mata uang Garuda masih berpotensi menguat karena dipengaruhi optimisme pasar terhadap beberapa data ekonomi Indonesia, seperti neraca perdagangan dan indeks kepercayaan konsumen. Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, memperkirakan rupiah kembali naik dan bergerak di rentang Rp13.270 hingga Rp13.330 per dolar AS.

Loading...