Harga Minyak Anjlok Lagi, Rupiah Makin Jauh dari Zona Hijau

Jakarta ditutup 32 poin (0,24%) ke level Rp 13.222 per AS pada akhir perdagangan Selasa (5/4). Berdasar pantauan pada laman Bloomberg, laju makin loyo sejak perdagangan sesi II dibuka.

Sebelumnya, Rupiah dibuka pada level Rp 13.123 per Dolar AS di perdagangan sesi pertama, dengan penguatan sebesar 67 poin (0,51%). Namun satu jam setelahnya, Rupiah bergeser ke teritori negatif dengan melemah 0,01% (1 poin) ke level Rp 13.191 per Dolar AS. Rupiah sempat mencapai posisi terbaiknya di level Rp 13.190 pada pukul 12.35 WIB.

Saat perdagangan sesi I ditutup, mayoritas mata uang kompak melemah. Kala itu, mengalami pelemahan paling parah, yakni -0,43%. Kemudian disusul dengan Baht Thailand (-0,28), (-0,25%), (-0,11%), dan Rupiah (-0,09%).

Arus pelemahan ini diduga sebagai buntut kembali anjloknya minyak mentah dunia. Tercatat pada pukul 10.37 WIB, minyak West Texas Intermediate (WTI) jatuh 0,42% menjadi USD 35,55 per barel.

“Walaupun sentimen pelemahan indeks Dolar AS masih menopang Rupiah, semakin anjloknya harga minyak mulai memberikan tekanan pelemahan terhadap Rupiah,” papar Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas , dalam risetnya, Selasa pagi (5/4).

Hal senada juga diungkapkan oleh Maximilianus Nico Demus. L, Head of Fixed Income Division PT Indomitra Securities.

“Harga minyak WTI juga di buka melemah pagi ini di harga US$35,50/barel. Pelemahan harga minyak ini juga memberikan tekanan kepada nilai Rupiah,” kata Nico dalam risetnya.

Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia turun hampir 3% dalam semalam.

Loading...