Harga Minyak Anjlok Lagi, Dolar Mulai Menggeliat

Jakarta kembali melanjutkan babak pelemahannya di pembukaan pagi ini (30/12). Mata uang Garuda ini 60 poin (0,44%) hingga tersungkur di level Rp 13.758 per Dolar AS di awal sesi pagi.

, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia mengatakan, potensi pelemahan Rupiah masih bergulir seiring dengan pemulihan laju Dolar AS. Turunnya minyak dan sejumlah komoditas diduga menjadi pemicu menguatnya Dolar tersebut.

“Laju Rupiah yang sebelumnya dapat bertahan dari potensi pelemahan, akhirnya tidak kuat menahan dominasi Dolar AS dan berakhir dengan pelemahan,” terang Reza dalam hasil risetnya yang diterima oleh awak , pagi ini (30/12).

Menurut pengamatan Reza, kembali melemahnya harga minyak membuat laju Dolar AS meningkat dengan signifikan hingga mengganjal pergerakan Rupiah.

“Kenyataan yang harus diterima rupiah, potensi laju penguatan jelang akhir tahun terganjal,” sebutnya.

Dari penuturan Reza, diketahui bahwa Dolar AS tak hanya terhadap Rupiah, namun juga terhadap mata uang utama dunia lainnya seperti Pound Inggris, Yen Jepang, Franc Swiss, Yuan Cina, dan lainnya.

“Kenaikan terhadap sejumlah mata uang lainnya, antara lain GBP, JPY, , CNY, dan beberapa lainnya.” pungkasnya.

Berdasarkan kurs tengah , Reza memprediksi pergerakan Rupiah akan berkisar pada rentang Rp 13.640 – Rp 13.666/USD.

Loading...