Banyak Dipakai Keperluan Industri, Harga Metanol Teknis Lebih Murah dari Etanol

Harga Metanol Teknis - www.tokopedia.comHarga Metanol Teknis - www.tokopedia.com

Pemakaian bahan-bahan pada dasarnya harus dilakukan secara hati-hati dan tepat guna. Jika disalahgunakan justru akan membuat celaka banyak orang. Bahan seperti metanol misalnya, di pasaran tersedia dalam pro analisis (kadar kemurnian sangat tinggi, mencapai 99,5 persen) yang diperlukan untuk keperluan laboratorium dan methanol teknis yang biasanya banyak digunakan dalam karena jualnya relatif lebih murah dari yang pro analisis (PA).

Salah satu bahan kimia seperti metanol teknis biasanya banyak digunakan sebagai bahan pelarut untuk industri parfum, bahan campuran cat, penghilang pernis, cairan mesin fotokopi, pembuatan formaldehid, aseton atau pembersih cat kuku, asam anorganik, hingga metil derivat. Sebagai , harga metanol teknis kemasan repack 1 liter berkisar Rp30 ribu, kemasan 500 ml Rp8.000, sedangkan metanol teknis Bratachem lebih mahal, per liter mencapai Rp155 ribu.

Kabarnya, tanpa dicampur dengan zat lain pun sebenarnya bahan dengan senyawa kimia CH3OH ini disebut-sebut sangat berbahaya untuk kesehatan. Apabila metanol sampai dicerna oleh tubuh, maka zat ini akan berubah menjadi formaldehyde atau formalin yang beracun dan berbahaya. Reaksinya bisa merusak jaringan saraf pusat, pencernaan, otak, sampai mengakibatkan kebutaan. Yang lebih mengerikan, ada segelintir orang-orang tak bertanggung jawab yang mencampurkan zat berbahaya ini dalam minuman keras (miras) oplosan di pasaran.

Kandungan metanol atau alkohol industri dalam miras oplosan berpotensi merusak organ tubuh, mulai dari menyebabkan kebutaan permanen sampai kematian dalam waktu yang singkat. “Kerusakan berbagai organ tubuh akibat metanol bisa terjadi setelah enam hingga 30 jam setelah periode laten berupa gejala keracunan metanol,” demikian seperti dilansir dari makalah ilmiah Badan Pengawas dan (BPOM) melalui Republika.

Gejala keracunan methanol biasanya akan muncul sekitar 30 menit hingga 2 jam usai mengonsumsi miras yang dicampur metanol. Gejala keracunan itu awalnya berupa rasa mual, muntah, rasa kantuk, vertigo, mabuk, diare, gastritis, hingga sakit punggung. Lalu pada periode 6-30 jam, penderita dapat mengalami gangguan penglihatan, kebutaan permanen, kejang, koma, gagal ginjal akut, hingga kematian.

Metanol sendiri sering disalahgunakan sebagai pengganti etanol dalam miras oplosan lantaran aroma dan rasanya mirip dengan etanol, tetapi harga banderolnya lebih murah. Sementara itu, minuman beralkohol yang diperbolehkan beredar di Indonesia adalah yang mengandung etil alkohol atau etanol. Etanol terbuat dari proses fermentasi madu, gula, sari buah, atau ubi-ubian.

Loading...