Harga Menu Terjangkau, Solaria Layani Dine-in & Delivery Order

Sebagian besar masyarakat yang tinggal di perkotaan tentunya sudah tak asing dan mungkin pernah mencicipi -menu yang ada di Solaria. Resto lokal ini telah didirikan sejak tahun 1995 silam dan mengusung konsep casual dining yang menyajikan menu khas yang disajikan secara fresh, yakni baru dimasak setelah dipesan. yang dipatok untuk menu makanan dan di Solaria pun umumnya relatif terjangkau.

Ada begitu banyak menu dan yang ditawarkan oleh Solaria. Misalnya saja Chicken Cordon Bleu harga Rp 42 ribuan yang disajikan dengan salad dan nasi atau french fries. Kemudian ada menu Express Bowl yang berkisar antara Rp 22-25 ribuan saja, masakan bihun harga Rp 20-38 ribuan, mie seharga Rp 19-40 ribuan, kwetiau dengan harga Rp 26-40 ribuan, nasi goreng Rp 26-39 ribuan, lo mie & i fu mie seharga Rp 36-40 ribuan, hingga menu paket lengkap dengan nasi dengan harga lebih hemat antara Rp 32-40 ribuan saja.

Selain makanan, Solaria juga menyediakan menu-menu snack dan minuman. Snack yang ditawarkan oleh Solaria harganya pun cukup murah hanya berada pada kisaran Rp 17-20 ribuan, sedangkan untuk menu minuman harganya mulai Rp 5 ribuan hingga yang paling mahal Rp 20 ribuan saja. Solaria tak hanya melayani dine in atau makan di tempat saja, tetapi juga menyediakan layanan pesan antar (delivery order) cukup dengan menghubungi nomor telepon 14099.

Beberapa waktu lalu resto satu ini sempat menghebohkan publik karena disebut-sebut menggunakan -bahan makanan yang mengandung babi. Namun berdasarkan kajian LPPOM MUI akhirnya dipastikan bahwa tidak ada kandungan babi dalam masakan yang dijajakan oleh Solaria dan makanan maupun minuman di Solaria dinyatakan halal.

“Dari sisi Sistem Jaminan Halal yang diimplementasikan, Solaria tersebut telah mengikuti panduan dan arahan yang diberikan oleh LPPOM MUI. Seperti, mereka menggunakan bahan yang telah dinyatakan Halal oleh MUI yang dibuktikan dengan adanya Sertifikat Halal. Ketika akan membeli dan menggunakan bahan yang baru, mereka terlebih dahulu mengirim surat, meminta izin dan persetujuan dari LPPOM MUI,” kata Kepala Bidang Sistem Jaminan Halal LPPOM MUI, Dr. Ir. Sugiarto, MSi, seperti dilansir Viva.

Loading...