Diklaim Obat Pelancar ASI, Segini Harga Lancar ASI di Apotik

Ibu Memberi ASI untuk AnakIbu Memberi ASI untuk Anak

yang sedang kerap khawatir apakah kelak -nya akan cukup memenuhi kebutuhan bayinya yang baru lahir. Oleh sebab itu, selama masa menyusui biasanya para ibu kerap mengonsumsi booster atau -produk pelancar yang tersedia di . Salah satu atau jamu yang dikenal mampu melancarkan adalah produk Lancar . Obat ini tersedia di apotik dengan Rp59.177 per dos.

Lancar ASI adalah obat PT Mecosin Indonesia untuk membantu melancarkan ASI. Obat ini termasuk dalam golongan jamu dan di dalamnya mengandung ekstrak daun katuk (Sauropi Folium) sebanyak 200 mg. Satu dos Lancar ASI berisi 30 tablet. Lancar ASI dapat diminum dengan dosis sebanyak 3 kali sehari 1 tablet selama masa menyusui dan dapat diberikan sebelum atau sesudah makan.

Sebagai , daun katuk mengandung polifenol dan steroid yang dapat meningkatkan kadar hormon pelancar ASI atau prolaktin. Dengan meningkatkan kadar prolaktin, maka akan memperlancar dan mempercepat produksi ASI pada ibu menyusui. Selain itu, daun katuk mengandung zat aktif yang dapat melancarkan ASI, di antaranya protein, karbohidrat, dan mineral. Kandungan alkaloid dan sterol dari daun katuk dapat meningkatkan metabolisme glukosa untuk sintesis laktosa sehingga produksi ASI meningkat.

Nah, agar ASI lancar rupanya ada teknik khusus yang perlu dipahami oleh para ibu. Menurut konselor laktasi internasional, Cathy Garbin, cara terbaik menyusui bayi yang baru lahir adalah dengan menempelkannya dan membiarkan bayi mengisap ASI secara berirama supaya bayi dapat mulai mengaktifkan sel-sel di payudara untuk memulai suplai ASI.

“Idealnya, bayi akan diletakkan di dada sesegera setelah dia lahir untuk memberinya akses ke payudara. Bayi mungkin akan segera mendapatkannya, dan mungkin juga tidak. Tetapi, berikan bayi Bunda kesempatan untuk melakukannya,” ujar Garbin, seperti dilansir dari Medela melalui Detik.

Selain itu, Garbin menyarankan supaya para ibu membiarkan bayinya mencoba menemukan jalan ke payudara hingga ia mendapatkannya sendiri. Oleh sebab itu, ibu sebaiknya memperbanyak kontak skin to skin (dari kulit ke kulit) dengan bayinya.

Loading...