Ada yang Tebal & Tipis, Segini Harga Plastik Kresek Layangan

Ilustrasi : Layangan yang terbuat dari plastik kresek - www.kerjausaha.com

layanan memang tidak ada matinya, terlebih di masa pandemi. satu ini kembali populer dan banyak dimainkan sejak musim kemarau beberapa waktu lalu untuk menghilangkan kepenatan karena banyak murid sekolah yang menghabiskan waktunya di rumah. Selain membeli di , beberapa orang juga memutuskan untuk membuat sendiri di rumah. Apalagi karena bahan-bahan untuk membuat seperti bilah bambu, kresek/plastik, dan benang layangannya dengan cukup murah.

Sebagai gambaran, di pasar jual-beli online harga kresek layangan per meter mulai Rp4.650. Ada juga yang menjual plastik layang-layang per 1 roll dengan 1,2 x 8,5 meter seharga Rp15 ribuan. Kemudian plastik layangan Cap Bumi panjang 10 m, lebar 60 cm x 2 dijual Rp15 ribu. Dan untuk plastik layangan tebal Cap Elang panjang 9 m lebar 60 cm x 2 (warna mengilap) harganya Rp25 ribu. Umumnya plastik untuk layangan tersedia dalam pilihan warna mencolok seperti putih, kuning, merah, hijau, hitam, biru, pink, maupun ungu. 

Karena popularitasnya yang meningkat selama pandemi, bisnis pembuatan layangan juga menjadi ladang penghasilan yang cukup menjanjikan bagi para perajin layangan di sejumlah daerah. Misalnya saja Muhamad Sekhuloh, pengrajin layang-layang karakter asal Desa Bukateja, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Pria satu ini mengaku berhasil meraup omzet hingga Rp10 juta dalam 3 bulan penjualan layang-layang.

“Awalnya membuat layang-layang karakter bentuk garuda untuk sendiri. Karena sejak pulang merantau dari Purwakarta di rumah tidak ada pekerjaan. Ini untuk menghilangkan rasa jenuh dan suntuk. Kemudian ada yang nawar bikin layang-layang dengan harga Rp10.000. Dari situlah saya mulai menerima order membuat layang-layang, dengan berbagai karakter,” ujar Sekhul, seperti dilansir Panturapost.

Dalam sehari Sekhul dapat membuat 15 buah layang-layang karakter dan selama 3 bulan sejak bulan puasa sampai Lebaran, total sudah ada 1.000 layangan yang dibuatnya. Layangan karakter yang dibuat pun bermacam-macam, mulai dari karakter garuda, elang, cacing, Hello Kitty, Doraemon, dan sebagainya. “Ada juga karakter kuntilanak. Itu juga banyak yang beli. Para pembeli masih dari lingkungan desa dan Kecamatan Balapulang. Mereka datang ke rumah dan pesan baru saya buatkan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, bahan pembuatan layangan karakter sama seperti layang-layang pada umumnya, yakni bambu, benang, dan plastik bekas. Untuk membuat 1 layangan karakter berukuran besar kabarnya membutuhkan waktu hingga lebih dari 2 jam. “Kami memanfaatkan plastik bekas yang tidak terpakai. Kalau plastik bekas kehabisan paling saya beli plastik yang baru,” jelasnya.

Loading...