Tanpa Tagihan Bulanan, Berapa Harga Kilometer Listrik Pulsa?

Kilometer Listrik Pulsa - (Youtube: ZKTV ID)Kilometer Listrik Pulsa - (Youtube: ZKTV ID)

PT PLN hingga kini menerapkan dua , yakni menggunakan metode pascabayar (tagihan bulanan) atau secara prabayar (token pulsa). Berbeda dengan pascabayar yang tagihannya dihitung bulanan berdasarkan kilometer yang digunakan, maka di prabayar justru cukup membeli pulsa atau voucher listrik untuk mendapatkan stroom dalam besaran tertentu. Harga atau nominal pulsa listrik token yang tersedia pun bervariasi, mulai Rp20 ribu hingga Rp1 juta.

Sebagai contoh, bagi pelanggan golongan R1 dengan daya tersambung 1300 watt (VA) apabila membeli pulsa listrik Rp50 ribu maka akan memperoleh tegangan sebesar 31,90 kWh. Sedangkan untuk voucher Rp20 ribu, hanya memperoleh stroom listrik sebesar 12,8 kWh. Oleh sebab itu, sebaiknya perhitungkan betul-betul berapa besar tegangan listrik yang menjadi pelanggan.

Sementara itu, tarif listrik per kWh untuk listrik pascabayar bervariasi, tergantung golongannya. Sebagai contoh, untuk golongan 900 VA dikenai tarif listrik Rp1.352 per kWh. Sedangkan untuk golongan 1.300 VA sampai 6.600 VA dikenai biaya listrik Rp1.467,28 per kWh.

PT PLN (Persero) sendiri berencana menghadirkan terobosan baru untuk pengisian daya listrik melalui token yang ke depannya tak lagi memakai meteran pelanggan. Menurut Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian‎ Timur, Djoko Abumanan, PLN akan menerapkan terobosan baru dalam pengisian token listrik prabayar dengan mengintegrasikan pelanggan dengan digital.

“Jadi begini, itu adalah two way comm, kalau sekarang one way jadi meteran hanya terima saja, kalau two way dengan memanfaatkan teknologi networking, jadi meter sama head computer berkomunikasi,” ujar Djoko seperti dilansir Liputan6.

Dengan teknologi bertajuk Advanced Metering Infrastructure‎ (AMI), pengisian token yang dilakukan secara komputerisasi berdasarkan permintaan, sesuai nominal yang dibayarkan oleh . Sehingga nantinya pelanggan tak perlu memasukkan nomor token lagi di meteran. “Dia di sini ada yang namanya engine mesin berkomunikasi dengan seluruh Indonesia, namanya switching, oh beli 100 ribu, ambil , eh dia habis di sini, eh dia perintah beli. Two way itu yang kita sebut AMI,” tuturnya.

Terobosan itu akan mulai diuji coba oleh PLN pada golongan pelanggan rumah tangga mulai tahun 2019 ini. Sebelumnya sistem tersebut telah diterapkan untuk pelanggan besar. Guna menerapkan mekanisme baru ini, PLN juga berkoordinasi dengan pihak bank dan ritel yang menjual token listrik.

Loading...