Harga Jual Mulai Rp5 Ribuan/Ekor, Omzet DOD Bebek Hibrida Menggiurkan

Bebek Hibrida - srejekifarm.blogspot.co.id

Beternak hibrida ternyata dapat menjadi salah satu usaha yang menghasilkan keuntungan jutaan per bulannya. Anda pun bisa melakukan bebek hibrida ini dengan membeli induk yang sudah siap bertelur atau membeli bibit bebek alias day old duck (biasa disingkat DOD), yang ditawarkan dengan mulai Rp5 ribuan sampai Rp8 ribuan per ekor, tergantung jenisnya.

Bebek hibrida sendiri merupakan persilangan dari bebek betina dengan bebek mancanegara (biasanya bebek Peking) yang berkualitas. Persilangan ini menghasilkan bebek hibrida yang memiliki ciri khas pada bobot tubuhnya. Untuk bebek hibrida yang berumur 45 hari, bobotnya bisa mencapai 1,6 kg, jauh lebih berat dibandingkan bebek biasa yang hanya memiliki bobot 1,2 kg, sehingga dapat dipanen dalam waktu yang lebih singkat.

“Dulu, menemukan bebek hibrida memang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, tidak hanya menguras kantong,” kata Ang Hendra, Putra Perkasa Genetika. “Namun, semua itu terbayar dengan keunggulan varietas bebek gunsi (persilangan bebek lokal dengan bebek khaki Campbell asal Inggris) yang bisa dipanen hanya dalam waktu 35 hari dengan berat sekitar 1,2 kg sampai 1,4 kg per ekor.”

Untuk DOD sendiri, milik Hendra telah memproduksi 550 ribu DOD per bulan pada kuartal pertama 2017, yang dihasilkan dari 60.000 parent stock (PS) bebek di Peternakan Prumpung, Gunung Sindur, Bogor. Rencananya, total produksi DOD bakal ditingkatkan menjadi 2 juta per bulan di tahun 2018 mendatang.

“Mengenai omzet, saya tidak bisa menyebutkan. Hanya saja, harga DOD bebek hibrida gunsi ini saya patok Rp8.000 per ekor,” sambung Hendra. “Untuk memproduksi DOD secara massal, perusahaan sudah memiliki peternakan modern, yaitu 24 kandang kering di lima dengan jumlah pekerja mencapai 300 orang, selain delapan unit penetas impor dengan kapasitas masing-masing 70.000 butir telur.”

Lain Hendra, lain pula Fajar Santoso. Pensiunan PNS asal Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo tersebut mengaku bisa memotong 500 ekor sampai 700 ekor bebek hibrida dengan keuntungan mencapai Rp14 juta per hari. Saat ini, Fajar telah dibantu oleh 25 pekerja dari desa setempat dan sudah mampu mengembalikan usaha sekitar Rp50 juta hanya dalam waktu setahun.

Loading...