Solusi Atasi Gulma, Ini Harga Herbisida Basmilang 486 SL

Harga Herbisida Basmilang 486 SLSeseorang sedang menyemprot kebun dengan herbisida - 8villages.com

JAKARTA – Gulma telah menjadi musuh sejak lama, karena sering membuat hasil menurun. Nah, cara praktis yang sering dipilih adalah menggunakan seperti herbisida. Tidak sulit menemukan produk ini karena sudah bebas dan tersedia dalam beragam merk. Salah satu yang punya cukup terjangkau dan diklaim ampuh adalah herbisida Basmilang 486 SL buatan PT Petrokimia Kayaku.

Dilansir dari resmi perusahaan, herbisida Basmilang dikatakan sebagai herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air berwarna kuning untuk mengendalikan gulma pada hutan industri Acacia mangium, pertanaman kakao (TBM), pertanaman karet (TBM), pertanaman kelapa sawit (TBM), pertanaman kopi (TBM), lahan tanpa , padi sawah TOT, dan teh. Produk ini diklaim lebih efisien dibanding pengendalian gulma secara mekanis.

“Mengendalikan gulma tuntas sampai ke akar-akarnya, daya tumbuh kembali gulma lama, sehingga tidak mengganggu tanaman utama,” tulis perusahaan. “Produk ini dapat dipakai untuk pembukaan lahan pertanian yang berbentuk semak belukar (lebih tuntas dicampur dengan Starmin atau Rally). Mengendalikan gulma pada tanaman karet, sawit, kakao, dan padi sawah TOT. “

Tidak sulit mendapatkan herbisida Basmilang 486 SL karena Anda bisa membelinya di toko pertanian, KUD pertanian, bahkan situs jual beli online. Untuk herbisida Basmilang 486 SL kemasan 240 ml, dijual dengan harga mulai Rp20 ribu sampai Rp29 ribuan per botol, sedangkan harga kemasan 1 liter berkisar Rp70 ribu sampai Rp90 ribuan per botol.

Namun, karena hampir semua herbisida menggunakan bahan-bahan yang berbahaya, petani dan pekebun disarankan untuk menggunakan zat ini secara terpadu guna mengurangi dampak buruk pada pengguna dan lingkungan. Salah satunya, merotasi penggunaan bahan aktif parakuat dan glifosat sehingga tidak muncul gulma jenis baru.

“Semua bahan aktif herbisida memang berbahaya apabila tidak digunakan secara baik,” ujar Mulyadi Benteng, Ketua Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (AliSHTer), beberapa waktu lalu. “Harus disadari, semua bahan aktif herbisida itu berbahaya karena berasal dari bahan kimia. Bahaya ini bisa muncul apabila tidak dikelola dan digunakan secara baik.”

Loading...