Berteknologi Augmented Reality, Berapa Harga Google Glass di Indonesia?

Google Glass - www.roadtovr.comGoogle Glass - www.roadtovr.com

Raksasa beberapa waktu silam sempat memproduksi pintar bertajuk Google Glass. Namun kacamata super canggih itu sempat terhenti karena terganjal masalah privasi dan sebagainya. Selama kurun waktu tersebut, rupanya Google tak menyerah dan terus berupaya mengembangkan Google Glass dan kembali merilisnya beberapa tahun lalu dengan nama Google Glass Enterprise Edition. Lantas, berapa Google Glass di ?

Sesuai dengan namanya, Google Glass Enterprise Edition menyasar pengguna di sektor perusahaan, khususnya pekerja di . Dalam kacamata pintar ini disematkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk menampilkan animasi berisi instruksi manual dan panduan perakitan.

Kemudian Google kembali menghadirkan Glass Enterprise Edition generasi ke-2 dengan nomor A4R-GG2. Jika dilihat sekilas, Google Glass Enterprise Edition edisi kedua ini masih sama seperti generasi sebelumnya. Namun demikian, menurut sumber dalam perusahaan, peningkatan akan lebih terasa pada pengalaman penggunaan dan . pun lebih mumpuni, demikian juga dengan ketahanan baterainya.

Sayangnya masih belum dibeberkan seperti apa spesifikasi detail dari kacamata pintar tersebut. Harga jual Google Glass yang terbaru kemungkinan tak jauh berbeda dari generasi terdahulu, yakni sekitar 1.500 dolar AS atau setara Rp22 jutaan. Masih belum jelas juga apakah Google Glass teranyar akan diboyong ke Indonesia juga atau tidak.

Pihak Google sendiri telah mengakuisisi North, sebuah perusahaan asal Kanada yang pernah didukung oleh Amazon untuk menciptakan kacamata pintar. Google mengungkapkan bahwa akuisisi tersebut akan membantu mewujudkan visinya terkait “Komputasi Ambient” di mana seluruh perangkat bisa terhubung di mana-mana dan bisa bekerja secara bersamaan.

“Kami membangun menuju masa depan di mana ada banyak manfaat di sekitar Anda, di mana semua perangkat hanya bekerja bersama dan teknologi di latar belakang. Keahlian teknis North akan membantu saat kami terus berinvestasi dalam upaya perangkat keras dan komputasi ambient di masa depan,” kata Rick Osterloh, wakil presiden senior perangkat dan layanan di Google, seperti dilansir dari CNBC melalui Detik.

Loading...