Salep untuk Atasi Alergi Atau Ruam, Harga Elomox Cream Dipatok Terjangkau

Salep untuk Alergi - wexnermedical.osu.eduSalep untuk Alergi - wexnermedical.osu.edu

Berbagai keluhan seperti , ruam, hingga peradangan bukan hanya dapat diatasi dengan -obatan oral (diminum), tetapi juga bisa diobati dengan -obatan topikal (oles) seperti Elomox. Elomox Cream mengandung zat Mometasone furoate dan tergolong keras. Salep kortikosteroid satu ini di apotek dengan Rp23.891 per tube.

Elomox Cream merupakan salep besutan Ifars yang bekerja dengan cara menghambat sintesis mediator inflamasi (peradangan), kemerahan, dan gatal-gatal dengan menghasilkan suatu protein anti-inflamasi. Elomox diklaim mampu meringankan inflamasi, pruritus dari dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid seperti psoriasis dan dermatitis atopik.

Cara pemakaian Elomox Cream pun cukup mudah, yaitu dioleskan 1 kali sehari secara tipis-tipis dan sebaiknya tidak ditutup dengan kasa pembalut. Lantas, mungkin banyak yang mempertanyakan, krim yang mengandung kortikosteroid sebaiknya maksimal digunakan berapa hari?

“Mengenai krim kortikosteroid tidak ada batasan berapa lama krim dapat digunakan. Yang terpenting adalah hindari kontak langsung dengan bahan iritan tersebut untuk mencegah berulangnya keluhan,” kata dr Yohana Margarita, seperti dilansir dari Meetdoctor.

Meskipun relatif aman digunakan jika disertai dengan , Elomox Cream bisa saja menimbulkan efek samping bagi sebagian orang, misalnya menimbulkan reaksi seperti kesemutan, tanda-tanda atrofi kulit, sensasi terbakar pada kulit, hingga pruritus atau gatal-gatal.

Sebagai informasi, alergi, gatal, atau ruam bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena alergi makanan. Alergi makanan dapat terjadi pada siapa saja apabila sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap makanan atau zat yang terkandung dalam makanan.

“Reaksi orang terhadap makanan berbeda-beda. Ada yang benar-benar alergi dan sudah merasakan gejalanya dalam 30 menit sampai beberapa jam setelah makan. Ada pula yang hanya mengalami intoleransi yang sebenarnya bukan alergi, hanya tak cocok dengan jenis makanan tertentu,” ungkap spesialis alergi dan imunolog Dr. Gina Coscia pada The List.

Reaksi orang ketika alergi makanan pun bisa ringan hingga parah. Pasalnya, reaksi tubuh tidak selalu sama tiap kali mengalami alergi. Oleh sebab itu, sebagian besar dokter menyarankan penderita untuk menghindari konsumsi makanan yang dapat memicu alergi.

Loading...