Harga Fluktuatif, Bibit Ikan Bandeng Dijual Mulai Puluhan Ribu Rupiah

Ikan Bandeng - www.tokopedia.comIkan Bandeng - www.tokopedia.com

budidaya bandeng memang ada pasang surutnya. Jika sedang tinggi dan harga jual sedang bagus, para pembudidaya tentu akan meraup keuntungan yang besar. Bagi sebagian orang, berbisnis bandeng membutuhkan keterampilan dan kesabaran. Pasalnya, air tawar ini membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 4-7 bulan atau dalam setahun hanya bisa 1-2 kali saja. Pemilihan atau nener juga sangat memengaruhi proses budidaya.

Tak hanya ketika sudah berwujud siap konsumsi saja, berjualan bibit ikan bandeng alias nener ternyata juga dinilai cukup menguntungkan. Nener biasanya dijual dalam bentuk paket. Para pengusaha biasanya rata-rata membeli 50 rean bibit bandeng. Rean sendiri merupakan satuan bibit bandeng. Dalam setiap 1 rean berisi 5.000 ekor nener.

Usia bibit bandeng pun kabarnya tak menentu, namun umumnya maksimal mencapai 20 hari. Demikian pula dengan pembelian dan harganya. Apabila permintaan tengah sepi, tiap rean bibit ikan bandeng dijual harga Rp46 ribuan. Tetapi jika sedang ramai, harga bibit ikan bandeng ternyata bisa melonjak 2 kali lipat jadi Rp80 ribu. Harga standar nener di Gresik sendiri sekitar Rp60 ribuan per rean.

Sementara itu, di sejumlah situs jual beli online, harga bibit ikan bandeng cukup . Ada yang menjual nener premium seharga Rp100 ribu per 5 kilogram (kg), ada yang menjual dengan harga Rp600 ribu isi 30 ribu benih ikan bandeng, dan ada pula yang membanderolnya seharga Rp80 ribu per 500 gram. Harga yang dipatok di setiap tempat kemungkinan bisa berbeda-beda, mengikuti harga .

Ketika kemarau atau puncak dari budidaya bandeng, penjualan nener kabarnya bisa sangat cepat siklusnya. Bahkan dalam hitungan jam saja nener bandeng bisa habis di pasaran. Misalnya saja apabila nener datang jam 7 pagi, maka 2 jam kemudian bisa ludes terjual diborong petani tambak bandeng. “Paling enak kalau ramai. Duitnya banyak. Kalau cuma beli (sepeda) motor begini, dua hari saja jualan sudah bisa,” kata Sukarno, salah seorang pengusaha nener di Gresik, Jawa Timur, seperti dilansir Mongabay.

Loading...