Harga Bervariasi, Trial Lens Set Jadi Alat Optik yang Banyak Dibutuhkan

Trial Lens Set - www.strongvisiontech.com

Dalam dunia optik, dikenal sebuah yang dinamakan trial lens set. Bagi yang pernah berkunjung ke optik tentunya sudah tak asing dengan periksa mata yang terdiri dari rangkaian lensa dan bingkai uji coba untuk mata ini. Harga alat trial lens set dengan harga yang bervariasi di , tergantung dan yang ditawarkan.

Sebagai , trial lens set adalah alat yang terdiri dari berbagai lensa untuk mengetahui tingkat abnormalitas mata, sehingga lebih memudahkan untuk menentukan kacamata yang dibutuhkan oleh penderita kelainan mata. Trial lens set biasanya terdiri dari 158 buah lensa berupa lensa convex, lensa concave, lensa cylinder convex, lensa cylinder concave, prism lens, dan lensa aksesoris tambahan. Alat tes ini bisa digunakan untuk mata seperti hyperopia, miopia, presbiopia, silindris strabismus, atau buta warna.

Trial lens set yang menggunakan material plastik biasanya dijual secara grosir dengan harga yang cukup murah, berkisar mulai Rp 390 ribuan per set. Sedangkan yang memakai bahan aluminium atau besi harganya dijual lebih mahal, mulai Rp 2,5 jutaan hingga Rp 8 jutaan. Ada pula trial lens set khusus lensa progresif yang dibanderol dengan harga Rp 2,7 jutaan. Trial lens set progresif biasanya hanya terdiri dari lensa plano ukuran +1.00 hingga +3.50. Jika dirasa terlalu mahal, banyak pula pedagang yang menjual trial lens set bekas dengan harga terjangkau untuk bisnis optik.

Yang perlu diingat, mata ternyata juga sama seperti gigi yang harus menjalani pemeriksaan secara rutin untuk mengantisipasi adanya kelainan pada organ yang sangat vital ini. Menurut Damara Andalia, dokter spesialis mata sekaligus Head of Eye Check dari Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center (JEC)m ada 4 golongan pasien yang dianjurkan melakukan pemeriksaan mata alias eye check.

Golongan pertama adalah pasien berumur 5 tahun ke atas. “Eye check memang harus dilakukan sedini mungkin, tapi direkomendasikan untuk lima tahun ke atas,” ungkap dr. Damara, seperti dilansir Tempo.

Kemudian yang kedua adalah pasien yang belum pernah melakukan pemeriksaan mata. “Seperti gigi, mata juga seharusnya dilakukan pemeriksaan setiap tiga bulan,” bebernya. Dan yang ketiga adalah pasien dengan riwayat keluarga menderita penyakit mata. “Terakhir, pasien dengan penyakit diabetes, hipertensi, autoimun, atau penggunaan obat-obatan steroid lainnya,” tandasnya.

Share this post

PinIt
Loading...
scroll to top