Harga Beras Masih Berpeluang Naik Meski Relatif Stabil

pada awal pekan ini (8/8) ini masih bertahan di kisaran yang sama seperti sepekan yang lalu. Meski begitu, berdasarkan survei ke sejumlah pedagang dan kilang, harga masih berpeluang seiring panen yang telah usai sebelum bulan Ramadan kemarin.

Di sejumlah pasar di , pada hari ini harga beras relatif masih sama dibandingkan kemarin. Di Pasar Senen Blok III-VI, harga beras jenis IR 64 ditawarkan dengan harga Rp15.000 per kg. Sementara, di Pasar Jembatan Merah dan Pasar Grogol, beras jenis ini dibanderol Rp11.500 per kg. Adapun di Pasar Sunter Podomoro dan Pasar Rawa Badak, beras IR 64 di kisaran Rp11.000 per kg.

Harga yang relatif stabil juga berlaku pada beras tipe Setra I (Premium). Di Pasar Minggu, beras jenis ini dijual Rp11.700 kg, sedangkan di Pasar Mayestik dijual Rp11.500 per kg. Sementara, harga tertinggi untuk beras jenis Setra I (Premium) berlaku di Pasar Senen Blok III-VI,m yaitu di kisaran Rp16.000 per kg.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harga beras di tingkat besar (grosir) di Indonesia di tahun ini memang cenderung bergerak fluktuatif. Dibuka di angka Rp11.614,37 per kg pada Januari, harga beras kemudian naik menjadi Rp11.729,36 per kg pada bulan Februari. Sempat pada bulan April hingga Mei, harga beras kembali naik ke Rp11.469 per kg pada Juni dan lagi Rp11.498 per kg pada bulan Juli.

“Pasar perlu waspada kenaikan harga beras karena musim panen telah usai sebelum Ramadan kemarin,” kata Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin. “Jadi, saya pikir pemerintah dapat melakukan upaya-upaya untuk menstabilkan harga beras.”

Meski belum tentu akurat seratus persen, ditambahkan Gunawan, tetapi pola kenaikan harga beras ini sudah terbaca tiap tahunnya. “Curah hujan yang meningkat serta terik matahari yang menurun juga bisa mengganggu persediaan beras,” sambungnya.

Loading...