Harga Beras 1 Karung 50 Kg Mulai Rp 430 Ribuan, Masih Ada Saja Pedagang Jual Melebihi HET

Beras - www.desktop-background.com

telah memberlakukan eceran tertinggi (HET) untuk sejak 1 September 2017 lalu. Berdasarkan peraturan terbaru, HET premium Rp 12.800 per kg, sedangkan kelas medium dipatok seharga Rp 9.450 per 1 kilogram. Sayangnya masih ada yang menjual di atas HET bahkan untuk -beras dalam banyak seperti 1 karung isi 50 kg.

Kasus pedagang yang menjual beras di atas HET ini terjadi di Pondok Labu, Jakarta Selatan. “Harganya beras yang bagus, Petruk 5 kilogram (kg) Rp 70.000,” kata salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, Kamis (12/10), seperti dilansir Detik.

Apabila dihitung, maka harga beras tersebut per kilonya mencapai Rp 14.000, melebihi HET yang telah ditetapkan di angka Rp 12.800 per kg. Pedagang tersebut mengaku menjual beras di atas HET lantaran harga beras yang ia ambil lewat penyalur mengalami kenaikan rata-rata sebesar Rp 500 per kg. “Memang segitu harganya. Kan beras memang lagi naik,” ucapnya.

Untuk beras 1 karung 50 kg, jika mengacu pada HET, maka untuk premium seharusnya hanya berkisar Rp 640 ribu saja, sedangkan untuk medium harga beras 1 karung 50 kg sekitar Rp 472.500. Namun pada kenyataannya, di sejumlah terutama -toko online, harga beras saat ini cukup bervariasi.

Sebagai perbandingan, harga beras Cap Walet 1 karung 50 kg Rp 430 ribuan, beras merk LS 1 karung 50 kg Rp 510 ribuan, beras Pera IR42 Mercy 1 karung 50 kg dipatok Rp 590 ribu, dan beras pandan wangi kepala setra ramos BMW 50 kg Rp 625 ribu per karung.

Beberapa waktu lalu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menuturkan akan memberikan sanksi yang tegas untuk pedagang yang menjual beras di atas HET. “Satu dua coba-coba ambil keuntungan semaksimal mungkin di saat lain yang kurangi untung, menyimpan beras, tahan beras di gudang sehingga stok berkurang, maka jangan pernah pikir bisa dagang lagi karena izin saya cabut. Sesudah itu, kami laporkan ke Bareskrim untuk ditangkap. Enggak cukup kami sita dan tutup, bukan hanya itu, kami keras, karena ini menyangkut keadilan ,” kata Enggar.

Loading...