Varietas Unggul, Harga Bawang Sumenep Mentah Lebih Mahal dari Bawang Biasa

Bawang Sumenep Mentah - jual-bawang-sumenep.business.siteBawang Sumenep Mentah - jual-bawang-sumenep.business.site

Bawang merah memiliki beragam varian. Di antara sekian banyak varietas bawang merah, bawang merah sumenep disebut-sebut sebagai salah satu varian unggul yang kerap diolah menjadi bawang merah goreng. Tak mengherankan jika kemudian harga jual bawang sumenep mentah pun relatif lebih mahal dibanding bawang merah biasa di -pasar tradisional.

Di Kabupaten Bandung misalnya, harga bawang sumenep disebut sudah mengalami kenaikan sejak lama. “Kalau bawang merah biasa dan sumenep memang sudah lama harganya agak tinggi karena pasokan kurang,” ujar Kasie Pengawasan Distribusi Bidang PDLN Disperindag Kabupaten Bandung, Yanti, seperti dilansir Dara.

Berdasarkan hasil penelusuran di beberapa jual-beli , harga bawang sumenep mentah per 1 kilogram (kg) antara Rp45 ribu hingga Rp70 ribu. Jika sudah diolah menjadi bawang goreng sumenep, harganya lebih mahal lagi, yaitu mencapai Rp105 ribu per 500 gram. Luar biasa sekali bukan?

Bawang merah Sumenep atau yang dikenal sebagai varietas Rubaru merupakan bawang merah yang asalnya dari Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura. Bawang sumenep merupakan jenis bawang merah dengan keabuan yang memiliki aroma lebih menyengat serta lebih tinggi dibanding bawang merah biasa. Bentuk umbinya pun cenderung lebih lonjong dari bawang merah pada umumnya.

Yang lebih menarik lagi, bawang merah sumenep banyak disukai para petani untuk dibudidayakan karena dikenal cukup tahan terhadap penyakit, tahan terhadap musim penghujan dan kemarau, serta kandungan airnya lebih sedikit dibanding bawang merah brebes.

Salah satu daerah di Majalengka, Jawa Barat, yakni Kecamatan Argapura kabarnya telah banyak mengekspor bawang sumenep sejak tahun 2004 silam. “ ekspor kami, daun bawang, bawang Sumenep, dan sawi putih. Secara rutin kami sudah mengekspor ke Taiwan. Beberapa negara lain di kawasan Tenggara dan Timur seperti Singapura, Thailand, Korea Selatan dan Jepang, juga sering memesan produk kami, tetapi tidak rutin,” kata eksportir yang juga petani sayur Argapura, Dadang.

Tiap tahunnya Dadang mampu mengekspor bawang sumenep sebanyak 68 ton ke . Selain di Argapura, produsen bawang sumenep di Jabar juga berada di Kuningan Selatan dan Bandung Selatan. “Tetapi kualitas produknya masih lebih baik bawang Sumenep asal Argapura. Semua orang tahu itu. Juga daun bawang yang ukurannya paling besar dibanding daun bawang dari wilayah lain di Indonesia,” tandasnya.

Loading...