Gonjang-ganjing Kebangkrutan Yunani Turut Pengaruhi Rupiah

Kisruh Ekonomi YunaniPosisi Rupiah hanya bergeser sedikit sejak pembukaan pagi hingga jelang sesi jeda siang. Menurut pantauan JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate), mata uang Garuda ini hanya bergerak naik sebanyak 0,04% ke level Rp 13.333 per Amerika. Posisi tersebut dicatat tepat pada pukul 10.04 WIB pagi tadi. Sementara pada sesi pembukaan awal , Bank Indonesia menempatkan Kurs Referensi JISDOR pada posisi Rp 13.332 per Amerika Serikat. Posisi ini naik 0,18% dari level penutupan kemarin di posisi Rp 13.356 per Dolarnya.

Yunani masih mendominasi fluktuasi Rupiah hari ini. Ancaman akan kebangkrutan Yunani menjadi perhatian Dunia, tak terkecuali pemain Indonesia. Indonesia mengaku turut memantau kondisi terbaru dari Yunani. “Persiapan dari dalam negeri tetap ada, kita‎ liatin (kondisi dari Yunani) tiap hari,” ujar Suahasil Nazara, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) saat ditemui awak media di Gedung /MPR, Jakarta (30/6).

Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, juga turut berkomentar terkait keadaan Yunani saat ini. Rangga mengatakan, bahwa secara fundamental kondisi perekonomian Yunani sebenarnya masih minim efeknya terhadap Indonesia. Namun, yang justru akan berdampak adalah penyesuaian portfolio global yang dipastikan akan menekan Rupiah, IHSG, dan surat utang (SUN). “Tingginya kepemilikan asing di pasar dan relatif (berpengaruh) terhadap yang ada, (kemungkinan) bisa mengancam stabilitas pasar keuangan terutama jika Yunani benar-benar keluar dari Zona Euro,” jelas Rangga.

Loading...