Go-Jek Konfirmasi Terima Investasi dari Tencent dan JD.com

Go-Jek - www.kompasiana.com

JAKARTA – , Go-Jek, pada hari Selasa (12/9) kemarin memberikan konfirmasi mengenai laporan yang menyatakan mereka telah menerima suntikan dana dari Tencent Holding dan JD.com asal . Meski demikian, Chief Commercial Officer Go-Jek, Antoine de Carbonnel, menolak menyebutkan nilai yang diperoleh.

Seperti dilansir dari Nikkei, laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa Tencent telah menginvestasikan antara 100 juta dolar AS hingga 150 juta dolar AS di Go-Jek, sedangkan JD.com menyuntikkan dana sebesar 100 juta dolar AS. Slide tersebut mengisyaratkan bahwa kesepakatan itu akan selesai pada kuartal ketiga tahun ini.

Carbonnel sendiri, dalam pidatonya di seminar yang disponsori Japan External Trade Organization dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, tidak merujuk langsung ke Tencent atau JD.com. Ia hanya mengatakan bahwa layanan mereka telah diunduh sebanyak 52 juta kali dan perusahaan tersebut akan meluncurkan dua layanan lagi tahun ini.

Namun, menurut laporan dari Tech in Asia, Carbonnel mengatakan bahwa pihaknya memang telah mendapat pendanaan dari Tencent dan juga JD.com. Sayangnya, ia tidak bisa menyebutkan berapa nilai investasi yang mereka terima pada kurtal ketiga tahun 2017 tersebut. Ia hanya menuturkan bahwa layanan Go-Jek berencana untuk merambah pasar luar negeri dalam waktu tiga tahun ke depan.

“Go-Jek juga dapat berkembang ‘melampaui’ Indonesia dalam waktu tiga tahun ke depan,” katanya. “Namun, salah satu pilihan yang kami buat sebagai perusahaan, kami sebenarnya ingin fokus ke Indonesia. Kami merasa bahwa ketika Anda meninggalkan negara Anda, akan dibutuhkan banyak waktu untuk melakukan pengelolaan.”

Transaksi itu bisa menggarisbawahi minat perusahaan internet China di dunia startup yang sedang berkembang di Tanah Air. Sebelumnya, pada Agustus lalu, perusahaan e-commerce lokal, Tokopedia, mengumumkan bahwa mereka akan menerima dana sebesar 1,1 miliar dolar AS dari Alibaba Group Holding dan lainnya. JD.com juga telah berinvestasi di Traveloka, sebuah agen online Indonesia.

Go-Jek didirikan pada tahun 2010 dan meluncurkan aplikasi smartphone-nya pada bulan Januari 2015, terutama menawarkan layanan antar-jemput penumpang menggunakan sepeda motor. Kemudian, perusahaan ini menambahkan berbagai layanan, termasuk paket dan pengiriman makanan serta belanja bahan makanan, selain meluncurkan dompet elektronik di bulan April 2016.

Loading...