Go-Jek dkk Beroperasi Lagi, Operator Emiten Taksi Mengeluh

ignasius-jonan-menhub

Jakarta – Tindakan Perhubungan Ignasius Jonan mencabut kembali larangan pengoperasian transportasi pelat hitam berbasis aplikasi tak pelak menimbulkan pro dan kontra dari sejumlah pihak.

Kehadiran Grab Bike, , Blue-Jek, Uber, dan kawanannya tersebut dinilai membawa dampak besar bagi transportasi publik semacam PT Express Trasindo Utama Tbk. dan PT Blue Bird Tbk. Singkatnya, keberadaan jasa transportasi online tersebut telah menggerus taksi.

Direktur Utama PT Express Trasindo Utama Tbk. (TAXI) Daniel Podiman, mengatakan penurunan jumlah penumpang terasa cukup signifikan. Hal ini dikarenakan transportasi online tersebut mematok lebih rendah dari resmi.

“Memang ada pengaruh, bayangkan saja dia punya tarif 30-40% di bawah tarif resmi. Itu tentu memilih lebih murah, wajar saja. nggak bisa disalahkan,” tuturnya saat ditemui di Jakarta, Minggu (20/12).

Keputusan awal Menhub melarang transportasi pelat hitam online beroperasi disambut dengan suka cita oleh operator taksi resmi. Sayangnya larangan tersebut tak bertahan lama karena segera dicabut kembali oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

“Saya menyayangkan larangan dicabut. Kalau menurut saya, ikut aturan lah, kan sama-sama berusaha. Kalau dibilang pengemudi Go-Jek itu masyarakat, sopir taksi juga masyarakat.” kata Daniel.

Terkait persaingan di bidang usaha, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf telah melakukan pertemuan dengan CEO Go-Jek Nadiem Makarim. Dalam pertemuan tersebut dibahas 7 poin penting menyangkut bisnis provider di semua bidang jasa.

“Paling tidak tadi diskusi saya dengan Nadiem ada 7 poin penting. Bisnis aplikasi online by Go-Jek atau bisnis provider yang lain itu membuka pasar seluas-luasnya bagi provider di semua jasa,” jawab Syarkawi di kantornya saat ditanya mengenai hasil pertemuannya, Kemarin (21/12).

Syarkawi memuji bisnis transportasi berbasis aplikasi seperti Go-Jek. Menurutnya bisnis seperti ini bisa menyusutkan jumlah di tanah air.

“Bisnis ini bantu kurangi pengangguran. Bayangkan saja, di DKI saja dengan kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan tetapi pengangguran di DKI Jakarta malah berkurang,” ucapnya antusias.

Loading...