Gerak Terbatas, Rupiah Ditutup Melemah Tipis 6 Poin

Rupiah sekali lagi harus menutup di zona merah setelah bergerak di rentang yang sempit karena masih fokus mencermati kandidat Gubernur yang baru. Menurut catatan Index pukul 15.52 WIB, Garuda 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.513 per pada penutupan Rabu (18/10) ini.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (17/10) kemarin, rupiah harus ditutup turun 31 poin atau 0,23% di posisi Rp13.507 per dolar AS. Kemudian, pagi tadi, mata uang Garuda sempat bangkit dengan dibuka menguat tipis 1 poin atau 0,01% menuju level Rp13.506 per dolar AS. Sayangnya, tren positif ini gagal berlanjut hingga akhir dagang.

Dari global, pergerakan greenback cenderung stabil karena investor masih mempertimbangkan kemungkinan bahwa Presiden Donald Trump akan memilih Gubernur yang lebih bersikap hawkish. Pada pukul 11.12 WIB, mata uang Paman Sam tersebut hanya melemah tipis 0,004 poin ke level 93,482.

Reuters memberitakan, seiring dengan harapan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed di akhir tahun ini, pasar saat ini menunggu kabar mengenai siapa yang akan memimpin Bank Sentral AS tersebut setelah masa jabatan Janet Yellen berakhir pada bulan Februari 2018. Trump saat ini memiliki lima kandidat dan kemungkinan akan mengumumkan pilihannya sebelum ‘melancong’ ke Asia pada awal November.

“Siapa yang akan menjadi Gubernur Federal Reserve yang baru adalah fokus pasar yang paling penting saat ini,” ulas analis senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Tetapi, siapa pun yang akan menjabat, Federal Reserve kemungkinan masih akan melanjutkan normalisasi kebijakan dan menaikkan suku bunga acuan di tahun depan.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.514 per dolar AS, terdepresiasi 24 poin atau 0,18% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.490 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang di Asia bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,24% dialami won Korea Selatan, sedangkan pelemahan terdalam dialami yen Jepang setelah turun 0,13%.

Loading...