Kasus Gelombang Kedua COVID-19 Meningkat, Rupiah Berakhir Lemas

Rupiah melemah Senin (29/6) sore - investor.id

JAKARTA – Rupiah tidak mampu mengangkat posisi ke area hijau pada perdagangan Senin (29/6) sore tertekan gelombang kedua kasus virus yang terus meningkat di sejumlah , termasuk di kawasan AS. Menurut laporan Index pada pukul 14.55 WIB, Garuda melemah 25 poin atau 0,18% ke level Rp14.245 per AS.

Sementara itu, menurut data yang diterbitkan pagi tadi, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada hari ini berada di posisi Rp14.369 per dolar AS, terdepresiasi 130 poin atau 0,91% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.239 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia justru menguat terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,34% dialami won Korea Selatan.

“Pasar saat ini masih cenderung akan menghindari aset berisiko seiring rilis dari IMF yang memangkas proyeksi pertumbuhan ,” ujar Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, seperti dilansir Kontan. “Ditambah lagi, gelombang kedua virus corona semakin menghantui setelah kasus positif semakin melonjak di berbagai negara.”

Dari pasar , indeks dolar AS berjuang untuk membuat kemajuan pada hari Senin, ketika sentimen investor berayun di antara harapan untuk pemulihan ekonomi dan kekhawatiran bahwa gelombang baru kasus coronavirus dapat merusak kebangkitan. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,164 poin atau 0,17% ke level 97,269 pada pukul 12.33 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, Minggu (28/6) kemarin, negara bagian California memerintahkan beberapa bar untuk tutup, mengikuti langkah serupa yang diterapkan di Texas dan Florida, ketika kasus nasional virus corona melonjak ke tingkat rekor. Sebelumnya, negara bagian Washington dan Kota San Francisco sudah menghentikan rencana pembukaan kembali.

Secara global, setengah juta orang meninggal karena COVID-19, sekitar seperempat dari mereka berada di . Lompatan kasus di AS paling nyata terjadi di beberapa negara bagian selatan dan barat yang dibuka kembali lebih awal. Saat ini, investor mengamati dengan saksama untuk melihat tingkat dan keparahan pembatasan baru.

Selain itu, pasar sedang menantikan data kepercayaan zona Eropa dan angka inflasi Jerman untuk terbaru kesehatan ekonomi kawasan tersebut. Dinantikan pula data AS untuk laporan manufaktur ISM pada hari Rabu (1/7) dan daftar gaji pada hari Kamis (2/7), menjelang liburan Independence Day. Gubernur , Jerome Powell, juga akan memberikan kesaksian pada hari Selasa (30/6).

Loading...