Gagal Pertahankan Posisi, Rupiah Kembali Dibuka Melemah di Awal Dagang

rupiah - sejarahri.comrupiah - sejarahri.com

Jakarta dibuka 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp 13.559 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (22/12). Kemarin, Kamis (21/12) Garuda berakhir terapresiasi 0,18 persen atau 24 poin ke posisi Rp 13.555 per AS setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.538 hingga Rp 13.568 per AS.

Sementara itu, dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama. Di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS terpantau melemah 0,03 persen menjadi 93,84 setelah dirilisnya bruto (PDB) Amerika Serikat.

Pada Kamis Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa GDP AS naik pada tingkat tahunan sebesar 3,2 persen pada kuartal ketiga 2017. “PDB kuartal ketiga cukup dekat dalam revisi terakhir ini bagi untuk terus memikirkan kuartal empat dan 2018. Fed memperkirakan PDB akan tumbuh 2,5 persen, dan itu tampaknya merupakan ekspektasi ekonom yang tinggi,” ungkap Kepala Ekonom FTN, Chris Low seperti dilansir Xinhua.

Sedangkan Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, dalam pekan yang berakhir (16/12), angka awal untuk klaim awal musiman disesuaikan adalah 245 ribu, naik 20 ribu dari tingkat sebelumnya yang tak direvisi di level 225 ribu. Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 236 ribu atau naik 1.250 dari rata-rata pekan lalu yang tak direvisi sebesar 234.750.

Meski sempat mendapat dorongan positif dari Fitch Ratings, tampaknya rupiah masih belum mampu mempertahankan posisinya di spot exchange. Seperti yang diketahui, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang jangka panjang Indonesia dalam mata uang asing dan lokal dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stabil. pemeringkat internasional ini mengungkapkan bahwa ketahanan Indonesia terhadap guncangan eksternal menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan peringkat utang.

Di samping itu, Fitch juga memprediksi pertumbuhan PDB Indonesia akan naik jadi 5,4 persen pada tahun 2018 dan 5,5 persen tahun 2019 mendatang, sedangkan pertumbuhan pada tahun 2017 ini mencapai angka 5,1 persen.

Loading...