Gagal Manfaatkan Sentimen Fitch, Rupiah Berakhir Melemah 10 Poin

Sentimen dari pemeringkat Fitch serta aksi ambil untung terhadap AS jelang libur Natal ternyata belum cukup kuat menopang untuk bergerak rebound. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup perdagangan Kamis (22/12) ini dengan pelemahan sebesar 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.469 per AS.

Rupiah mengawali sesi dagang hari ini dengan tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.463 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda berbalik menguat 19 poin atau 0,14% ke level Rp13.440 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.30 WIB, spot masih bertahan di zona hijau usai naik 11 poin atau 0,08% ke Rp13.448 per dolar AS. Sayangnya, performa ini tidak bisa dipertahankan hingga akhir .

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, mengatakan bahwa pelemahan rupiah pada hari ini bisa mereda seiring sentimen positif dari Fitch. Lembaga pemeringkat tersebut meningkatkan outlook sovereign credit rating Indonesia dari stabil menjadi positif. Jejak rekam stabilitas ekonomi yang terjaga serta kebijakan moneter yang telah efektif meredam gejolak pasar keuangan menjadi faktor kunci perbaikan peringkat tersebut.

“Fitch baru saja menaikkan outlook Indonesia dari stable menjadi positive,” papar Rangga. “Hal tersebut sebenarnya bisa menjadi alasan bagi rupiah untuk bergerak menguat, apalagi saat ini indeks dolar AS sedang dalam tren penurunan.”

Mata uang Paman Sam memang memperpanjang pelemahan usai para investor melakukan aksi profit taking menjelang libur Natal sebelum pengumuman data ekonomi AS terbaru. Usai dibuka turun tipis 0,030 poin atau 0,03% ke 102,990, pergerakan the greenback kembali melorot 0,050 poin atau 0,05% ke level 102,970 pada pukul 12.39 WIB.

Sementara itu, menurut data Bank Indonesia siang tadi, kurs tengah pada hari ini ditetapkan di level Rp13.435  per dolar AS, menguat 38 poin atau 0,28% dibandingkan posisi kemarin di level Rp13.473 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia cenderung bergerak melemah terhadap the greenback. Won Korea Selatan turun 0,47%, sedangkan dolar Singapura dan peso Filipina sama-sama terdepresiasi 0,08%.

Loading...