Gagal Jaga Momentum, Rupiah Berbalik Melemah Super Tipis

Tren positif ternyata gagal dipertahankan rupiah meski the kembali bergerak melemah seiring tensi hubungan antara AS dengan Korea Utara yang memanas. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus mengakhiri transaksi Rabu (5/7) ini dengan pelemahan super tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.365 per dolar AS.

Rupiah sebenarnya membuka dengan menguat 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.355 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali mengalami apresiasi sebesar 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.353 per dolar AS. Sayangnya, jelang penutupan atau pukul15 15.38 WIB, spot berbalik melemah 6 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.370 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS bergerak melemah seiring kinerja mata uang yen Jepang yang membaik di tengah kecemasan atas tensi hubungan antara Paman Sam dengan Korea Utara. Setelah dibuka dengan penurunan sebesar 0,074 poin atau 0,08% ke level 96,144, the greenback kembali 0,094 poin atau 0,10% ke posisi 96,124 pada pukul 10.13 WIB.

AS, seperti diberitakan Reuters, telah mengonfirmasi bahwa rudal yang diluncurkan Korea Utara pada hari Selasa (4/7) kemarin berjenis rudal balistik antar-benua. Fakta ini mendorong Washington menyerukan tindakan global untuk meminta pertanggungjawaban yang dipimpin diktator Kim Jong-un tersebut atas program senjata nuklirnya.

Hubungan AS dan Korea Utara yang kembali memanas ini membuat daya tarik yen sebagai aset safe haven cenderung naik dan berimbas pada kurs mata uang negara lainnya. mata uang Negeri Sakura pagi tadi menguat 0,31 poin atau 0,27% ke level 112,97 yen per dolar AS. “Rupiah sebenarnya berpeluang menguat mengikuti kurs di Asia,” kata Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.349 per dolar AS, menguat 37 poin atau 0,27% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp13.386 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan penguatan tertinggi menghampiri yen Jepang dan won Korea Selatan, masing-masing sebesar 20%.

Loading...