Gadis Remaja Asal Palestina Ditangkap Usai Tampar Tentara Israel

Gadis Remaja Asal Palestina Tampar Tentara Israel - www.dw.com

YERUSALEM – Seorang remaja perempuan asal Palestina, Ahed Tamimi, ditangkap secara paksa oleh kepolisian pada Selasa (19/12) kemarin. Gadis yang baru berusia 17 tahun tersebut ditangkap sehari setelah sebuah rekaman yang menunjukkan bahwa dirinya tengah menampar tentara yang sedang bertugas menjadi viral di .

Menurut DW, rekaman video tersebut menunjukkan ketika Ahed Tamimi dan seorang remaja Palestina lainnya mendekati dua orang tentara Israel. Mereka kemudian mendorong, menendang, dan menampar tentara-tentara tersebut, sedangkan si tentara tampak terlihat tenang sebelum keduanya bergerak mundur.

Sementara, di video yang lainnya, menunjukkan bahwa gadis-gadis tersebut meminta tentara Israel untuk pindah karena dinilai telah menghalangi langkah mereka ke di Nabi Saleh di Tepi Barat, Yerusalem. Insiden tersebut terjadi pada hari yang sama ketika terjadi bentrokan di Tepi Barat yang berasal dari keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk memindahkan kedutaan negaranya di Yerusalem.

Selain Ahed, ibunya yang bernama Nariman juga ditangkap oleh kepolisian Israel pada siang harinya saat ia mengunjungi anaknya di sebuah polisi Israel. Meski pihak kepolisian tidak memberikan alasan yang jelas untuk penahanan kedua orang ini, mereka memastikan bahwa pasangan ibu dan anak tersebut akan ditahan setidaknya hingga hari Kamis (21/12) besok.

“Mereka tidak memberikan alasan untuk melakukan penangkapan ini,” kata ayah Ahed Tamimi, Bassem, seperti dikutip kantor berita AFP dari Perancis. “Setidaknya, ada 30 polisi yang terlibat dalam penangkapan. Mereka juga menyita telepon , komputer, dan laptop kami. Ketika anak laki-laki saya menolak memberikan telepon, pasukan Israel mendorongnya ke bawah dengan kasar.”

Keluarga Ahed Tamimi sebenarnya tidak asing lagi dengan militer Israel. Bassem sebelumnya telah beberapa kali ditangkap oleh pasukan Israel dan disebut sebagai ‘tahanan hati nurani’ oleh Amnesty , sebuah kelompok advokasi HAM pada tahun 2012. Sementara, Ahed sebelumnya telah dipuji oleh aktivis dan masyarakat internasional atas keberaniannya melakukan demonstrasi di Nabi Saleh, yang telah menjadi demonstrasi rutin selama bertahun-tahun setiap hari Jumat.

Share this post

PinIt
Loading...
scroll to top