Fundamental Domestik Cukup Kuat, Ruang Penguatan Rupiah Terbuka Lebar

diramal masih akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan awal pekan ini (20/6). Masih melemahnya indeks AS serta optimisme terhadap dalam negeri bakal menopang pergerakan mata uang Garuda.

Menurut laporan Index, rupiah mengawali perdagangan dengan dibuka 61 poin atau 0,46% di posisi Rp13.278 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali melonjak 65 poin atau 0,49% ke level Rp13.274 per dolar AS pada pukul 08.29 WIB. Sementara itu, dolar AS terpantau bergerak melemah 0,504 poin atau 0,53% ke level 93,702 pada pukul 07.04 WIB.

“Penguatan rupiah secara jangka pendek ini diharapkan masih dapat berlanjut dengan memanfaatkan pelemahan laju dolar AS,” kata Kepala Riset NH Korindo Securities , Reza Priyambada. “Meredanya kekhawatiran pelaku pasar mengenai referendum (British Exit) membuat laju euro menguat sekaligus menekan pergerakan dolar AS.”

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menilai bahwa yang kembali naik serta indeks dolar AS yang anjlok membuat ruang penguatan rupiah terbuka lebar. “Namun, negosiasi yang terlalu alot mengenai RUU tax amnesty bisa menghancurkan optimisme yang sudah telanjur terbangun. Penguatan rupiah bisa saja terganggu,” kata Rangga.

Sementara itu, Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan bahwa pasar memandang pemangkasan suku bunga dan kebijakan makro-prudensial BI. Ada optimisme terhadap ekonomi dalam negeri. “Bisa dibilang, fundamental domestik kita cukup kuat,” terang Ibrahim.

“Ada pula harapan dari perekonomian Jepang,” sambung Ibrahim. “Jika data Negeri Sakura positif, perhatian pasar terhadap mata uang Asia akan kembali meningkat. Ini bakal memberikan sokongan positif bagi rupiah.”

Di sisi lain, Analis Treasury BNI, Resti Afiadinie, mengingatkan bahwa pengumuman data ekonomi AS terbaru perlu diwaspadai. Izin bangunan dan rumah baru di AS dilaporkan positif. “Ditambah lagi euro dan Inggris masih goyah akibat referendum Brexit. Dolar AS bisa berbalik menguat,” tutur Resti.

Resti memperkirakan rupiah akan bergulir di rentang Rp13.310 hingga Rp13.380 per dolar AS. Sementara, Ibrahim memprediksi mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp13.320 hingga Rp13.345 per dolar AS.

Loading...