Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Berakhir Hijau

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – Setelah bergerak dalam kisaran yang sempit, akhirnya menutup Kamis (2/5) ini di area hijau, ketika indeks dolar AS cenderung bergulir di teritori merah. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda terpantau menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.252 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS cenderung bergerak lebih rendah di , ketika masih mengamati pesan beragam dari rapat kebijakan yang baru saja selesai. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,091 poin atau 0,09% ke level 97,595 pada pukul 15.04 WIB, melanjutkan langkah negatif di pembukaan.

Dalam rapat yang berakhir pada Kamis pagi WIB, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan acuan mereka di kisaran 2,25% hingga 2,5%. Kebijakan tersebut diambil karena data ekonomi AS yang dirilis belakangan ini tidak mampu mendorong keyakinan mereka untuk menaikkan acuan.

Meski angka penciptaan lapangan kerja di AS belakangan ini cukup bagus, namun berbanding terbalik pada sektor investasi. Rilis data menunjukkan bahwa ada perlambatan investasi oleh bisnis dan tanggah serta yang lebih lemah dan jatuh di bawah target . Bank sentral AS sendiri meyakini bahwa kebijakan mereka saat ini sudah cukup tepat.

Namun, Gubernur The Fed, Jerome Powell, menuturkan bahwa bank sentral masih memandang lemahnya inflasi itu adalah hasil dari faktor-faktor yang bersifat ‘sementara’, seperti rendahnya manajemen portfolio, harga pakaian, dan tiket pesawat. Ia yakin bahwa inflasi akan kembali ke kisaran target The Fed dan akan tetap simetris dengan sasaran.

“Jika kami kemarin benar-benar melihat bahwa inflasi tetap rendah, itu adalah sesuatu yang akan diperhatikan oleh komite dan sesuatu yang kami pertimbangkan dalam menentukan kebijakan,” ujar Powell, dilansir CNBC. “Beberapa isu menahan laju inflasi, namun ini hanyalah sementara. Kami akan memantau hal tersebut dengan hati-hati untuk melihat apakah benar inilah yang terjadi.”

Ahli strategi mata uang senior di CBA, Joseph Capurso, mengatakan bahwa The Fed telah menyelesaikan normalisasi kebijakannya dan pihaknya harus mengharapkan suku bunga ditahan untuk periode jangka waktu yang lama. Jika FOMC akan mengubah suku bunga selama beberapa tahun ke depan, menurutnya itu mungkin akan cenderung ke pemangkasan.

Loading...