Fed Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Dibuka Menguat 8 Poin

rupiah mengawali pagi hari ini, Kamis (2/11) dengan penguatan sebesar 8 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp 13.572 per dolar AS. Kemarin, Rabu (1/11) rupiah berakhir terdepresiasi 0,13 persen atau 17 poin di level Rp 13.580 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang Rp 13.566 hingga Rp 13.597 per .

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,23 persen menjadi 94,772 di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB. Dolar AS menguat usai memutuskan untuk mempertahankan acuannya.

“Investor tidak banyak mencermati menjelang sejumlah agenda termasuk pemilihan Gubernur baru , perkembangan reformasi pajak AS, serta rilis data penting pekan ini,” kata Dushyant Padmanabhan, pakar strategi mata uang di Nomura.

Komite pembuat kebijakan The Fed menyatakan bahwa Amerika Serikat terus menguat dan aktivitas ekonomi telah meningkat pada tingkat yang solid walaupun ada gangguan terkait badai. Kemudian menurut laporan ketenagakerjaan nasional ADP, dari sektor ekonomi lapangan kerja swasta AS mengalami kenaikan sebesar 235.000 pekerjaan dari periode September hingga Oktober 2017, melebihi ekspektasi .

Usai The Fed, para investor kini juga tengah mencermati data inflasi yang akan dirilis oleh Bank of England pada Kamis waktu setempat. “Kalau hasilnya positif, penguatan dollar AS akan terbatas,” ungkap Ekonom Bank Permata Josua Pardede, seperti dilansir Kontan.

Lebih lanjut Josua mengungkap bahwa dari dalam negeri masih belum ada sentimen yang dapat memberikan pengaruh secara signifikan terhadap rupiah selain rilis data inflasi pada Rabu kemarin. Sentimen domestik yang diperkirakan akan membawa pengaruh cukup besar pada gerak rupiah baru tiba awal pekan depan saat data domestik bruto (PDB) kuartal III 2017 dilaporkan.

Loading...