Euro Ungguli Dolar, Rupiah Justru Terkapar di Akhir Transaksi

rupiah melemah

harus menutup perdagangan awal pekan (27/11) di zona merah justru ketika kinerja euro bergerak menguat versus AS. Menurut laporan Index pukul 15.55 WIB, mata uang Garuda mengakhiri hari ini dengan pelemahan tipis sebesar 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.508 per dolar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat ditutup menguat 7 poin atau 0,05% di posisi Rp13.504 per dolar AS pada akhir pekan (24/11) kemarin. Namun, mata uang NKRI berbalik melemah tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.508 per dolar AS ketika membuka perdagangan. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergulir di kisaran Rp13.501 hingga Rp13.530 per dolar AS.

Pelemahan rupiah justru terjadi ketika mata uang euro bergerak menguat terhadap dolar AS, menyusul kepercayaan bisnis Jerman yang kuat dan berkurangnya kekhawatiran tentang ketidakstabilan di terbesar Benua Biru tersebut. Mata uang euro terpantau naik menuju level 1,1929 dolar AS, setelah sebelumnya mencapai posisi tertinggi di level 1,1946 dolar AS.

Indeks kepercayaan bisnis Jerman yang disusun oleh institut ekonomi Ifo mencapai rekor tertinggi pada bulan November 2017, sebuah tanda lain pertumbuhan kuat di negara tersebut. Data cerah itu diikuti perkembangan positif di bidang politik, setelah Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyerahkan garis hidup politik oleh Partai Demokrat Sosial (SDP).

Para pelaku saat ini sedang menyimak audiensi Kongres tentang calon Ketua , Jerome Powell, pada Selasa waktu setempat. Selain itu, rencana reformasi pajak Donald Trump juga masih menjadi fokus, dengan agenda Trump bakal bertemu anggota Senat dari Partai Republik untuk membahas upaya meloloskan undang-undang reformasi perpajakan.

“Pertama, Partai Republik harus menyetujui tentang rencana antara Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat setempat,” kata ahli strategi senior di Barclays, Shin Kadota, seperti dilansir Reuters. “Kemudian, rencana tersebut perlu disetujui oleh kedua majelis itu. Upaya tersebut tentunya akan membutuhkan banyak waktu dan juga usaha.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp13.511 per dolar AS, terdepresiasi 5 poin atau 0,04% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.506 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,28% dialami won Korea Selatan, disusul rupee India yang turun 0,17%.

Share this post

PinIt
Loading...
scroll to top