Euro Melemah, Rupiah Ikut-Ikutan Tergerus 23 Poin

Seiring melemahnya kurs euro terhadap dolar AS, hari ini (26/1) kembali terkulai. Seperti diberitakan Index pada pukul 15.59 WIB, hari ini ditutup melemah ke level Rp13.886 per dolar AS. Mata uang Garuda tergerus 23 poin atau 0,17 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada pagi hari, rupiah dibuka turun 40 poin atau 0,29 persen ke level Rp13.903 per dolar AS. Sebelumnya, pada perdagangan Senin (25/1), rupiah juga ditutup melemah 18 poin atau 0,13 persen di Rp13.863 per dolar AS.

Melemahnya nilai rupiah juga diwartakan Yahoo Finance. Pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menyentuh level Rp13.900 per dolar AS. Rupiah 34 poin atau 0,25 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.866 per dolar AS.

Menurut analis uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto, rupiah terimbas pelemahan euro. Seperti diketahui, pekan lalu Gubernur European Central Bank (ECB), Mario Draghi, memberi sinyal kemungkinan penambahan stimulus pada Maret mendatang untuk menggenjot Eropa.

“Nah, pelemahan euro menguntungkan posisi dolar AS, sehingga efeknya negatif bagi rupiah,” jelas Arya. “Apalagi, para pelaku pasar sedang mengantisipasi kebijakan suku bunga pada pertemuan FOMC di tengah pekan ini.”

Ditambahkan Arya, selagi mengantisipasi FOMC, pelaku pasar akan cenderung mengumpulkan dolar AS. “Ini membuat rupiah tertekan,” sambungnya.

Pendapat senada diungkapkan Kepala Riset NH Securities , Reza Priyambada. Menurutnya, para investor kini sedang berfokus pada pergerakan euro-dolar AS, yang mengalami pelemahan 0,22 persen pada perdagangan kemarin. “Pelemahan yang terjadi pada euro tak lain karena pelaku pasar masih menantikan pernyataan terkait rencana stimulus yang akan diberikan pada Maret nanti jika memang direalisasikan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, berpendapat bahwa minyak yang kembali anjlok sekitar 5 persen dini hari tadi juga berimbas pada pelemahan rupiah. minyak kembali turun setelah Irak melaporkan produksi minyak yang meningkat. “Rupiah masih terancam minyak. Pelemahan kurs terhadap dolar AS juga terlihat di ,” ungkap Rangga.

Loading...