Masih Diselimuti Euforia Kabinet, Rupiah Naik di Selasa Pagi

Rupiah - www.beritasatu.comRupiah - www.beritasatu.com

JAKARTA – Euforia pengumuman menteri di Kabinet Kerja Jilid II tampaknya masih menjadi sentimen bagi rupiah pada perdagangan Selasa (22/10) pagi. Menurut data Bloomberg Index, Garuda mengawali dengan menguat 9 poin atau 0,06% ke level Rp14.072 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 67 poin atai 0,47% di posisi Rp14.081 per AS pada Senin (21/10) kemarin.

“Tanggapan terhadap gambaran susunan menteri yang siap dilantik pada Rabu (23/10) cukup positif dan pesona dari setiap calon menteri yang telah bertandang ke istana menumbuhkan optimisme di ,” papar Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Bisnis. “Ini memang masih belum jelas, tetapi tampak sudah menanggapinya positif dan mendukung.”

Hampir senada, analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, mengatakan bahwa keperkasaan mata uang Garuda didukung oleh sentimen . Katalis positif, terang Reny, datang dari dalam negeri terkait harapan pelaku pasar yang lebih percaya diri mengenai sistem pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk masa jabatan kedua.

Menurut analisis CNBC , ada kemungkinan pelaku pasar mengapresiasi lineup kabinet Jokowi periode kedua. Sejumlah nama papan atas memang sudah menyambangi istana untuk berdialog dan diminta oleh Jokowi untuk membantu selama lima tahun ke depan. Beberapa di antaranya adalah Mahfud MD, Nadiem Makarim, Erick Thohir, hingga Wishnutama.

“Nama-nama tersebut dinilai ramah terhadap investasi. Dengan situasi yang tidak menentu, sulit mengharapkan ekspor menjadi pendorong ekonomi. Selain konsumsi, investasi tentu menjadi tumpuan,” ulas CNBC Indonesia. “Karena itu, ada kemungkinan gairah investor bertambah kala Jokowi memanggil mereka. Ada harapan kabinet menjadi lebih segar, bertenaga, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan terkini.”

Sementara itu, faktor eksternal juga mendukung keperkasaan rupiah. Hubungan AS-China yang semakin mesra membuat pasar berbunga-bunga. Akhir pekan lalu, Wakil Perdana Menteri China, Liu He, menyatakan Beijing akan bekerja sama dengan Washington untuk menyelesaikan segala perbedaan berdasarkan asas kesetaraan dan penghormatan.

Loading...