Ethereum Makin Bersinar, Berpotensi Saingi Bitcoin?

ethereum-vs-bitcoin

Ethereum ialah sebuah platform cryptocurrency terdesentralisasi yang beroperasi dalam kontrak bijak dimana setiap aplikasi akan berjalan sesuai yang diprogramkan tanpa adanya gangguan/interupsi dari pihak lain. Ethereum berlaku sebagaimana seharusnya internet beroperasi. Ditubuhkan secara crowdfunding pada tahun 2014 oleh para peminatnya di seluruh dunia, dan akhirnya pada tahun 2016 ini kita akan dapat menyaksikan apa saja potensi – potensi terpendam yang dapat ia lakukan dalam dunia tinggi.

Pada dasarnya Ethereum hampir mirip dengan karena sama-sama sebagai sebuah cryptocurrency terdesentralisasi menggunakan jaringan peer-to-peer. Dan penciptaan koin digital baru juga dilakukan dengan melakukan pertambangan. Namun terdapat perbedaan yang signifikan di antara keduanya.

Perbedaan Ethereum Bitcoin
Penciptaan Blok Rata-rata 1 blok dalam 12 Detik Rata-rata 1 blok dalam 10 Menit
Ekonomi Block Reward 5 Ethereum. blok reward akan tetap dalam tiap tahunnya. Karena blok bisa diciptakan dalam waktu yang lebih cepat (12 detik) maka akan ada tingkat yang tinggi di beberapa tahun pertama. Namun akan mengalami deflasi selanjutnya. Reward blok bisa tetap ada di Ether karena masih memiliki 15.6 juta unit yang bisa dikeluarkan dari peningkatan marginal money supply. Block Reward dibagi setengah setiap mencapai 210.00 Blok dalam jangka waktu 4 tahun.
Blok Reward Bitcoin akan habis di tahun 2140.
Fee transaksi Bergantung pada daya komputasi masing-masing klien. Termasuk dengan bandwidth, dan ruang penyimpanan yang dibutuhkan dalam 1 blok. Hal ini disebut GAS dalam Ethereum. Tidak dibedakan
Coding Menggunakan Turing complete code. Sehingga bisa ada peluang untuk mengirim script dengan “loop” yang tidak terbatas. Dengan berdasarkan pada daya komputasi dan waktu yang dibutuhkan. Tidak menggunakan Turing Complete Code
Pendirian Didirikan dari crowdfunding. Penggalangan dana pertama itu dilakukan pada pertengahan tahun 2014. Jumlahnya kurang lebih 60 juta (60.102.216 ). Unit Ether dirilis 1000-2000 Ether per BTC.
Nantinya, dari 9,9% hasil akan dialokasikan untuk Ethereum Foundation sebagai konpensasi kontributor awal.Sejumlah 9,9% lagi digunakan sebagai cadangan jangka panjang. Sehingga jumlah total koin sebelum dirilis ada 72 juta.

Mata uang Ether ini akan dirilis per tahun setelah blok Genesis mencapai 26% di tahap pendanaan awalnya, yg berjumlah 60 juta ETH.

Nantinya, jumlah koin yang dirilis per tahun akan konstan sebanyak 15,6 juta unit Ether.  Dalam lima tahun, diperkirakan pada bulan July 2020, penambang baru akan mencapai 50% dari yang telah ditambang.

Bitcoin dirilis dari pertama, tanpa ada crowdfunding.
Resistansi

Sentralisasi

Ethereum bisa menghindari adanya sentralisasi pool mining karena menjalankan Ghost Protocol, dan algoritma consensus Proof of work Ethereum yang bisa resisten terhadap penambangan ASIC. Sehingga para penambang akan bisa lebih kompetitif pada alat pertambangan yang digunakannya. Di dalam Ethereum, algoritma yang digunakan ini disebut dengan Ethash. Mempunyai kendala dan ada potensi terjadi sentralisasi pertambangan jika pool mining berhasil mendominasi pertambangan. Terlebih, saat ini pertambangan Bitcoin telah banyak didominasi oleh pertambangan ASIC. Sehingga diversifikasi dan kompetitifnya penambangan Bitcoin menjadi kurang beragam.
Pertambangan Bisa dilakukan dengan Perangkat CPU dan GPU. Resisten terhadap ASIC. Pertambangan CPU dan GPU masih bisa dilakukan, namun saat ini lebih didominasi oleh pertambangan ASIC.
Orphan block Orphan blok di Ethereum disebut dengan Uncle. Jika penambang saat menemukan blok berhasil juga menemukan uncle, maka akan mendapat tambahan reward. Disebut dengan orphan block. Tidak berpengaruh dalam reward blok.

Bitcoin mulai diperkenalkan sejak tahun 2009, dan mata uang Bitcoin ini telah menarik minat para pengguna internet, termasuk di Indonesia. Banyak pihak yang mencoba menyaingi popularitasnya, akan tetapi belum ada yang berhasil melakukannya. Hingga pada tahun 2014, Vitalik Buterin yang kala itu masih berusia 20 tahun, berinisiatif untuk membuat sebuah platform bernama Ethereum, dan memiliki mata uang yang diberi nama Ether. Dengan bantuan beberapa temannya, Buterin berhasil meraih dana sekitar Rp 241 miliar secara crowfunding untuk mendanai pengembangan platform tersebut.

Saat ini, nilai seluruh Ether di dunia sudah mencapai angka US$905 juta (sekitar Rp12 triliun). Jauh mengungguli mata uang virtual lainnya, seperti Ripple (U$261 juta / sekitar Rp3,5 triliun) dan Litecoin (US$147 juta / sekitar Rp1,9 triliun). Ether hanya kalah dari Bitcoin yang nilai totalnya saat ini mencapai US$6,5 miliar (sekitar Rp87 triliun).

Pengembangan Etherium saat ini memang masih dalam tahap awal, ditandai dengan versi lengkap pertama mereka yang baru diluncurkan akhir Februari 2016 lalu. Namun dengan potensi yang dimiliki oleh Ethereum, beberapa perusahaan besar telah mencoba untuk menggunakannya.

Tahun , IBM bekerja sama dengan Samsung untuk membuat sistem Internet of Things bernama ADEPT. Di dalamnya, IBM menerapkan Smart Contract dari Ethereum.

Di kesempatan berbeda, Direktur bidang Pengembangan dan Strategi Bisnis di Microsoft, Marley Gray juga mengatakan kalau dengan Ethereum bisa memecahkan banyak masalah di dunia industri dengan baik. Ia menyebut bahwa Ini adalah solusi paling elegan yang ia lihat sampai sekarang.

Namun hal tak senada diungkap oleh Chris DeRose, Community Director untuk Counterparty, sebuah pengembang platform yang memanfaatkan jaringan Bitcoin, dalam akun Twitternya, ia menyatakan bahwa sistem Smart Contract yang ditawarkan Ethereum tidak dibutuhkan oleh . Hal ini langsung mendapat balasan dari Mark Wilcox, salah satu investor di Ethereum, yang kemudian memicu perdebatan antara keduanya.

Selama ini, Ethereum memang belum mendapat banyak tantangan baik dalam hal keamanan maupun potensi penipuan yang dilakukan oleh pengguna mereka. Karena itu, mereka perlu membuktikan kalau mereka bisa menjadi sistem yang tak hanya bermanfaat, tetapi juga aman digunakan.

Dengan Ethereum yang begitu pesat, tidak mustahil kalau di kemudian hari mereka juga akan dikenal secara luas seperti Bitcoin. Namun untuk bisa mencapai prestasi tersebut, mereka harus terlebih dahulu membuktikannya dengan membuat produk yang memberi solusi masalah bagi banyak orang.

Loading...