Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Meningkat, Rupiah Dibuka Melemah 10 Poin

Jakarta – Nilai tukar mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (8/11) dengan pelemahan sebesar 10 poin ke posisi Rp 13.525 per AS. Sebelumnya, berakhir terapresiasi 9 poin atau 0,07 persen ke level Rp 13.515 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.493 hingga Rp 13.519 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur gerak the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau naik 0,21 persen menjadi 94,958 di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB. Penguatan ini dipicu aksi para pelaku yang tengah menanti pidato dari Ketua , Janet Yellen.

Yellen dijadwalkan berpidato di Washington DC pada Selasa Sore waktu setempat ketika menerima penghargaan atas etika pemerintahan. Sejak pekan lalu The Fed memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga acuannya, tetapi menawarkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember 2017 depan.

Potensi kenaikan suku bunga acuan pada bulan Desember ini didukung oleh sejumlah ekonomi terbaru Amerika Serikat yang terbilang positif. Berdasarkan alat FedWatch CME , ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan Desember 2017 depan meningkat jadi 96,7 persen. Banyak yang meyakini bahwa perubahan suku bunga The Fed akan berpengaruh terhadap perekonomian.

Dari sektor ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah lowongan pekerjaan sedikit berubah pada 6,1 juta pada hari kerja terakhir di September, sesuai perkiraan pasar. Kemudian tingkat pengangguran naik menjadi 6,3% dari bulan sebelumnya 6,2%. Penyerapan tenaga kerja sektor swasta non pertanian hanya 216.000, lebih rendah dari prediksi sebesar 312.000. Dolar juga menguat berkat indeks belanja sektor non manufaktur mencapai level 60,1, melebihi konsensus pasar sebesar 58,5.

Mata uang lainnya seperti euro tertekan oleh USD akibat keputusan Gubernur ECB Mario Draghi yang memangkas pembelian surat utang Uni Eropa. Pasar mulai khawatir dengan prospek inflasi jangka panjang. “Pasar menantikan pidato Draghi dan berharap ada pembahasan inflasi dan arah kebijakan suku bunga ECB,” tutur Analis Finex Berjangka Nanang Wahyudi, seperti dilansir Kontan.

Sementara itu, Analis SoeGee Futures Nizar Hilmi mengatakan jika gerak rupiah hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Pasalnya hari ini akan dirilis data ekonomi survei penjualan eceran September 2017 dan data cadangan devisa Indonesia.

Loading...